Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 21 Februari 2026
Trending
  • Damri luncurkan rute baru Jakarta–Denpasar melalui Tol Trans Jawa: Jadwal, harga, dan titik naik
  • Harga Mitsubishi Mirage 2013 Bekas Semakin Murah, Cek Disini
  • Masih di Pekan Ini, 3 Shio Dapat Kabar Gembira yang Tingkatkan Hidup
  • Liga Inggris – Ayah Alexis Mac Allister Beri Pesan ke Man United Soal Transfer Musim Panas
  • Muballigh sebagai Mitra Strategis Kota di Tengah Perubahan Modern
  • Nasib Miranti Afrina, Pemeriksaan Darah dan Rambut Akibat Kasus Narkoba Suaminya
  • 5 Resolusi Keuangan Tahun Baru Imlek untuk Rezeki Lancar
  • Harga turun drastis! BYD Song Ultra EV hanya Rp438 juta, jarak tempuh 710 km
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»5 fakta menarik tentang Taos Pueblo, kota tua yang masih dihuni
Ragam

5 fakta menarik tentang Taos Pueblo, kota tua yang masih dihuni

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Desember 2025Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Komunitas Taos Pueblo yang Berusia Ratusan Tahun

Taos Pueblo adalah salah satu permukiman kuno yang masih hidup di Amerika Utara. Dari kejauhan tampak susunan rumah tanah berpundak yang menyatu dengan lanskap Sangre de Cristo, namun di balik itu ada komunitas yang terus mempertahankan cara hidup turun temurun. Kehadiran Taos sebagai situs yang masih dihuni membuatnya berbeda dari monumen yang hanya jadi pajangan. Bukan sekadar bangunan tua yang dilestarikan untuk wisata saja melainkan lingkungan sosial dan spiritual yang aktif, dengan aturan adat, hari perayaan, serta perawatan bangunan yang dilakukan bersama. Karena itulah memahami Taos berarti memahami orang yang menempatinya, bukan cuma fotonya.

Pemukiman yang Dihuni Terus Menerus Selama Lebih dari Seribu Tahun

Bukan hanya sekadar klaim. Penelitian arkeologi dan catatan komunitas menunjukkan bahwa kawasan ini sudah ada sejak abad ke-13 dan terus dihuni hingga hari ini. Hal ini menjadikan Taos sebagai salah satu komunitas tertua yang masih aktif di Amerika Serikat. Keberlangsungan hidup inilah yang menjadi alasan utama penetapannya sebagai situs warisan dunia.

Lama hunian ini berkaitan erat dengan tradisi merawat rumah. Bagi warga Taos, menjaga bangunan menjadi bagian dari ritual dan identitas bersama. Dari sinilah terlihat bagaimana perawatan rumah menghubungkan sejarah panjang dengan kehidupan sosial masyarakat saat ini.

Bangunan Terbuat dari Adobe dan Dirawat Bersama Setiap Tahun

Rumah-rumah di Taos Pueblo dibangun dari adobe, yaitu campuran tanah lokal, jerami, dan air. Dindingnya dioles ulang secara berkala. Selain perbaikan bangunan, proses ini juga menjadi waktu untuk berkumpul, berbagi cerita, dan mewariskan keterampilan dari generasi ke generasi.

Perawatan bersama ini juga memengaruhi cara komunitas mengatur wilayahnya. Karena tanah dan rumah dijaga secara kolektif, keputusan tentang waktu kunjungan dan area yang boleh diakses sepenuhnya berada di tangan komunitas. Dengan begitu, pelestarian bangunan dan aturan sosial berjalan seimbang.

Memiliki Pemerintahan Suku dan Aturan Ketat Soal Wisata

Taos Pueblo dikelola oleh pemerintahan suku. Meski terbuka untuk pengunjung, komunitas menetapkan aturan jelas terkait hari kunjungan, area yang bisa dimasuki, dan aktivitas yang diperbolehkan. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Taos juga meninjau ulang hubungan mereka dengan pariwisata agar nilai budaya tetap terjaga.

Aturan tersebut berkaitan langsung dengan tradisi dan ritual. Penutupan area tertentu saat upacara atau hari raya bukan bentuk penolakan, melainkan cara melindungi tradisi yang telah dijalani selama ratusan tahun. Dengan begitu, kehidupan adat tetap berjalan tanpa terganggu.

Ruang Ritual dan Hari Perayaan Tetap Dijaga dan Sering Tertutup untuk Umum

Di dalam kompleks Taos Pueblo terdapat ruang dan lokasi khusus untuk upacara adat serta hari suci. Banyak kegiatan bersifat privat atau dibatasi jumlah pesertanya agar maknanya tetap terjaga. Perayaan seperti feast day adalah momen penting bagi komunitas, dan pengunjung hanya bisa ikut sesuai aturan yang ditetapkan tuan rumah.

Ritual ini juga memengaruhi tata ruang dan arsitektur. Bangunan yang terlihat sederhana ternyata menyimpan fungsi spiritual. Karena itu, pengunjung diharapkan menghormati aturan yang ada dan melihat kunjungan ke Taos sebagai pengalaman belajar, bukan sekadar tempat berburu foto.

Desain Tradisional Taos Menyimpan Prinsip Adaptasi Iklim dan Berkelanjutan

Material dan bentuk rumah bertingkat di Taos merupakan solusi cerdas dalam menghadapi iklim pegunungan. Dinding adobe yang tebal membantu menjaga suhu tetap stabil, hangat saat malam dan sejuk di siang hari. Arah bangunan dan ventilasi alami juga mendukung sirkulasi udara.

Semua elemen ini saling terhubung dengan kelangsungan komunitas. Cara membangun yang ramah lingkungan, perawatan gotong royong, aturan kunjungan, dan kehidupan ritual saling menguatkan. Tidak heran jika UNESCO melihat Taos bukan hanya sebagai bangunan bersejarah, tetapi sebagai tradisi hidup yang mengajarkan keseimbangan antara manusia dan alam.

Taos Pueblo lebih dari sekadar deretan rumah tanah yang ikonis. Ini adalah komunitas yang terus menjaga tradisi, merawat warisan bersama, mengatur hubungan dengan dunia luar, dan menerapkan desain yang selaras dengan alam. Melihat Taos berarti memahami bagaimana sebuah komunitas menjaga ingatan kolektif sambil tetap bertahan dan relevan di masa kini.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Harga Mitsubishi Mirage 2013 Bekas Semakin Murah, Cek Disini

21 Februari 2026

Harga turun drastis! BYD Song Ultra EV hanya Rp438 juta, jarak tempuh 710 km

20 Februari 2026

Dari Stylo 160 ke ADV 160, Ini Pilihan Matic 160 CC Honda Termurah dengan Spesifikasi Mesin Sama

20 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Damri luncurkan rute baru Jakarta–Denpasar melalui Tol Trans Jawa: Jadwal, harga, dan titik naik

21 Februari 2026

Harga Mitsubishi Mirage 2013 Bekas Semakin Murah, Cek Disini

21 Februari 2026

Masih di Pekan Ini, 3 Shio Dapat Kabar Gembira yang Tingkatkan Hidup

20 Februari 2026

Liga Inggris – Ayah Alexis Mac Allister Beri Pesan ke Man United Soal Transfer Musim Panas

20 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?