Wisata Budaya dan Sejarah di Klaten yang Menarik untuk Dikunjungi
Klaten, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang luar biasa. Letaknya yang strategis antara Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta membuat wilayah ini menjadi pusat peradaban yang kaya akan warisan budaya. Selain menawarkan wisata alam yang indah, Klaten juga memiliki beberapa destinasi bersejarah yang patut dikunjungi. Berikut adalah lima tempat yang layak menjadi referensi liburanmu di tahun 2026.
1. Candi Plaosan Lor
Candi Plaosan Lor merupakan salah satu candi bercorak Buddha yang menarik untuk dikunjungi. Terletak tidak jauh dari Candi Prambanan, candi ini memiliki dua bagian utama: bagian selatan yang melambangkan laki-laki dan bagian lainnya yang melambangkan perempuan. Keunikan dari candi ini terletak pada arsitektur bercorak Buddha serta simbolisasi laki-laki dan perempuan. Candi ini menjadi bukti sejarah pengaruh agama Buddha di Klaten dan menjadi tujuan wisata edukatif bagi masyarakat dan pelajar. Lokasi wisata ini berjarak 50 kilometer dari pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit menggunakan kendaraan bermotor.
2. Candi Merak

Candi Merak adalah candi bercorak Hindu yang dibangun pada abad ke-9. Kompleks candi ini terdiri dari satu candi induk dan tiga candi perwara atau pendamping. Memiliki tiga tingkat yang dihiasi relief, Candi Merak menjadi saksi sejarah perkembangan kebudayaan Hindu di Klaten. Keunikan dari candi ini adalah relief dan struktur tiga tingkat yang memikat pengunjung, serta sejarahnya yang berkaitan dengan kebudayaan Hindu klasik. Lokasi wisata bersejarah ini berjarak 43 kilometer dari pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 9 menit menggunakan kendaraan bermotor.
3. Makam Sunan Pandanaran II Tembayat

Makam Sunan Pandanaran II Tembayat merupakan destinasi wisata religi sekaligus bersejarah. Makam ini berada di puncak bukit dan menjadi tempat ziarah penting. Sunan Pandanaran adalah salah satu wali yang menyebarkan agama Islam di Klaten dan murid Sunan Kalijaga. Keunikan dari makam ini adalah kombinasi wisata religi dan sejarah Islam di Klaten, menjadi tempat penghormatan bagi salah satu tokoh penyebar agama Islam di Jawa Tengah. Lokasi wisata bersejarah ini berjarak 43 kilometer dari pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit menggunakan kendaraan bermotor.
4. Masjid Gala Klaten

Masjid Gala, juga dikenal sebagai Masjid Gholo, merupakan salah satu masjid tua di Klaten yang dibangun pada abad ke-16. Terletak di Desa Paseban, Kecamatan Bayan, masjid ini awalnya berada di puncak Bukit Jabalakat sebelum dipindahkan ke lereng bukit. Sejarah: Masjid ini pernah menjadi tempat bermukimnya Sunan Bayat, salah satu tokoh penyebar Islam di Klaten. Keunikan dari Masjid Gala adalah memiliki nilai sejarah tinggi karena terkait Wali Sanga dan penyebaran Islam di Jawa Tengah, serta menjadi pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan pada masa lampau. Lokasi wisata bersejarah ini berjarak 42 kilometer dari pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 13 menit menggunakan kendaraan bermotor.
5. Umbul Cokro

Umbul Cokro adalah destinasi wisata alam yang juga memiliki nilai sejarah dan spiritual tinggi. Dahulu dikenal sebagai Umbul Ingas karena dikelilingi pohon Ingas, mata air ini telah digunakan sejak abad ke-9 dan berkembang pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dari Kasunanan Surakarta pada abad ke-19. Keunikan dari Umbul Cokro adalah airnya yang jernih berasal dari mata air pegunungan, kolam dengan kedalaman rata-rata 80 cm cocok untuk anak-anak dan dewasa. Lingkungan sekitarnya dilengkapi gazebo, jalur tracking ringan, dan area edukasi ekowisata. Nilai Sejarah: Tempat ini dulu digunakan sebagai peristirahatan dan permandian bangsawan serta spiritualis keraton, menjadikannya pusat sosial dan spiritual masyarakat Jawa. Lokasi wisata bersejarah ini berjarak 27 kilometer dari pusat Kota Solo, atau bisa ditempuh dalam waktu 50 menit menggunakan kendaraan bermotor.



