Flu: Penyakit yang Tidak Boleh Dianggap Remeh
Flu sering dianggap sebagai penyakit ringan yang hanya membutuhkan istirahat dan obat-obatan. Namun, di balik gejala yang tampak sepele seperti demam dan batuk, flu bisa menyimpan dampak jangka panjang yang lebih serius dari yang kita bayangkan. Banyak orang merasa cukup dengan minum obat dan beristirahat, lalu kembali beraktivitas setelah beberapa hari. Padahal, infeksi ini bisa meninggalkan efek yang tidak terduga pada tubuh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa flu dapat memicu peradangan dalam tubuh yang, dalam jangka panjang, berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung hingga serangan jantung. Oleh karena itu, flu bukan hanya soal bersin-bersin dan demam, tapi juga tentang apa yang terjadi pada tubuh setelahnya. Berikut adalah beberapa dampak jangka panjang dari flu yang perlu diketahui:
1. Komplikasi Jantung
Infeksi flu dapat memicu serangan jantung. Risiko mengalami serangan jantung bisa meningkat sekitar enam kali lebih tinggi seminggu setelah didiagnosis flu. Dalam penelitian yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine (2020), komplikasi jantung telah dilaporkan pada 12 persen orang yang dirawat di rumah sakit karena flu.
Orang yang memiliki riwayat penyakit jantung atau pernah mengalami stroke berada dalam risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat flu. Infeksi flu bisa memperberat kerja jantung dan memicu peradangan yang berbahaya bagi pembuluh darah. Untuk mencegah hal ini, vaksin flu tahunan sangat penting terutama bagi kelompok rentan.
2. Kehilangan Daya Tahan dan Kekuatan
Ketika seseorang terbaring lama akibat flu, mereka bisa kehilangan tonus dan kekuatan otot. Hal ini paling berbahaya bagi lansia, tetapi juga dapat memengaruhi orang muda. Untuk menghindari kehilangan otot, penting untuk segera kembali berolahraga setelah sembuh. Mulai dengan aktivitas intensitas rendah, seperti jalan cepat, sebelum meningkat ke aktivitas yang lebih berat, seperti angkat beban.
Namun, pastikan kamu tidak memaksakan diri jika belum pulih total. Setelah mengalami infeksi virus yang parah, tubuh membutuhkan waktu untuk pulih. Memaksakan diri terlalu keras segera setelah sembuh dapat membuatmu menjadi lebih sakit. Dengarkan tubuh dan kurangi aktivitas selama beberapa hari jika kamu merasa terlalu lelah. Baru setelah benar-benar sembuh, kamu bisa mulai beraktivitas secara bertahap.

3. Penurunan Kemampuan Fisik pada Lansia
Flu bisa menjadi awal dari penurunan kondisi kesehatan yang terus-menerus pada lansia, termasuk kemampuan mereka untuk merawat diri sendiri. Saat mengalami flu, lansia memiliki risiko lebih tinggi untuk sakit parah, harus dirawat di rumah sakit, kualitas hidup yang menurun setelah sembuh, bahkan kematian. Karenanya, selama flu, lansia membutuhkan bantuan yang lebih banyak sampai bisa kembali beraktivitas normal. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan mungkin memerlukan terapi fisik untuk membantu mereka melakukan aktivitas sehari-hari.

4. Infeksi Sekunder
Flu bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit lain dan infeksi lanjutan, seperti pneumonia. Saat daya tahan tubuh melemah, tubuh jadi lebih mudah diserang oleh kuman atau virus lain yang biasanya bisa dilawan dengan baik. Oleh karena itu, wajar jika setelah flu berat kamu merasa belum sepenuhnya pulih atau belum nyaman beraktivitas normal. Namun, jika gejala tidak kunjung membaik, semakin parah, atau muncul keluhan baru, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga medis. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan tidak ada masalah yang lebih serius di balik proses pemulihan yang terasa lambat.

Kesimpulan
Flu memang terlihat sederhana, tapi dampaknya tidak sesederhana itu. Merawat diri dengan baik saat sakit, tidak memaksakan aktivitas, dan lebih peduli pada sinyal tubuh adalah langkah kecil yang bisa menyelamatkan kamu dari risiko besar di masa depan.



