Aksi Imam yang Bertahan di Atas Tower Telekomunikasi
Aksi nekat seorang pria bernama Imam, yang memanjat tower telekomunikasi dekat Masjid Baiturrahman di Sekupang, Batam, masih berlangsung hingga hari Jumat (27/3). Sejak Rabu malam (25/3), pria berusia 26 tahun ini telah bertahan selama 36 jam di atas tower tanpa menunjukkan tanda-tanda akan turun. Hal ini membuat polisi dan jemaah masjid semakin frustrasi dengan tingkahnya.
Tindakan Polisi untuk Menghentikan Pemberian Makan dan Minum
Pada hari ketiga aksinya, polisi memutuskan untuk menghentikan pemberian makan dan minum kepada Imam. Tindakan ini dilakukan karena upaya persuasif yang dilakukan oleh petugas dan jemaah tidak berhasil membujuknya turun dari tower. Kapolsek Sekupang, Hippal Tua Sirait, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menenangkan Imam sejak awal aksi tersebut.
Sejak Rabu malam hingga Kamis malam, polisi dan jemaah masjid memberikan makanan dan minuman kepada Imam sesuai permintaannya. Bahkan, mereka juga sudah menghubungi keluarganya. Namun, semua usaha itu gagal. Sampai saat ini, Imam tetap bertahan di atas tower tanpa menunjukkan tanda-tanda akan turun.
Peran Jemaah dan Petugas dalam Membujuk Imam
Selain polisi, jemaah masjid juga terlibat dalam upaya membujuk Imam agar turun dari tower. Dalam beberapa kesempatan, jemaah dan petugas bahkan duduk bersama di atas tower sambil memohon agar Imam turun. Namun, ajakan tersebut ditolak. Ada momen khusus ketika salah satu jemaah mencoba naik ke atas tower dan memaksa Imam turun, namun Imam berontak dan terus melanjutkan perjalanan ke puncak tower.
Akibatnya, jemaah yang ada di bawah meminta agar Imam dibiarkan dan dibujuk dari bawah. “Biar aja jangan dipaksa, turun saja,” ujar salah satu jemaah. Mereka juga meminta Imam agar tidak naik ke puncak dan hanya duduk di tempat yang nyaman.
Persiapan dan Upaya Pencegahan Bahaya
Dari malam sampai pagi, polisi dan jemaah serta warga sekitar telah berusaha membujuk Imam agar turun. Untuk memastikan keselamatan pelaku, anggota polisi tetap berjaga agar Imam tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya sendiri. Selain itu, kebutuhan dasar seperti makanan dan minuman juga diberikan kepada Imam. Permintaan pelaku untuk berkomunikasi dengan orang tuanya juga telah dipenuhi.
Namun, semua usaha itu tetap tidak berhasil. Bahkan, pihak damkar dan Basarnas juga telah turun ke lokasi dan membujuk Imam agar turun, tetapi tidak diindahkan. Saat ini, pihak kepolisian tetap melakukan pengawasan sambil terus membujuk Imam agar mau turun.
Kondisi Imam di Atas Tower
Hingga kini, Imam belum menunjukkan tanda-tanda akan turun dari tower. Ia juga belum pernah ke toilet untuk sekadar membasuh muka atau buang air kecil. Meski kondisinya terlihat cukup kuat, para jemaah dan petugas mulai kelelahan dengan sikap Imam yang tidak mau turun.
Polisi dan jemaah meminta agar Imam dibiarkan dan tidak dipaksa. Mereka berharap Imam akan turun sendiri setelah merasa lelah atau lapar. “Kalau dia lapar biarlah dia turun, kalau haus biar dia turun,” kata Hippal Tua. Selain itu, polisi juga mengimbau kepada jemaah masjid yang datang beribadah agar tidak memberikan ajakan atau perhatian lebih terhadap Imam.
Penutup
Sampai saat ini, aksi Imam di atas tower masih berlanjut. Meski polisi dan jemaah telah melakukan berbagai upaya, Imam tetap bertahan tanpa menunjukkan tanda-tanda akan turun. Semoga saja, suatu saat nanti, ia akan sadar dan kembali ke tanah air dengan aman.



