Kebakaran besar terjadi di kawasan perumahan Wang Fuk Court di Tai Po, Hong Kong, pada hari Rabu (27/11) waktu setempat. Api yang muncul dari perancah bambu dan jaring hijau yang menutupi bangunan menyebabkan 36 orang tewas dan 279 penghuni lainnya hilang. Peristiwa ini menjadi salah satu kebakaran paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kebakaran dimulai sekitar pukul 14.51 waktu setempat atau sekitar 13.51 WIB. Titik awal api berasal dari Wang Cheong House dan cepat menyebar melalui perancah bambu serta jaring hijau yang digunakan untuk penutupan bangunan selama proses renovasi sejak tahun lalu. Dalam waktu hampir sepuluh jam, kobaran api masih terlihat menjilat dinding dan jendela gedung bertingkat 31 lantai tersebut.
Suhu yang sangat tinggi menghambat upaya pemadaman oleh petugas pemadam kebakaran. Mereka tidak bisa mencapai atap bangunan karena kondisi yang berbahaya. Kepala Eksekutif Hong Kong, John Lee Ka-chiu, menyampaikan duka cita kepada keluarga korban meninggal dan terluka. Pemerintah langsung mengaktifkan tim respons darurat dan menghentikan sementara seluruh kegiatan kampanye pemilu.
Di tengah upaya penyelamatan, keluarga para penghuni menunggu dengan cemas di balai komunitas. Banyak dari mereka membawa papan bertuliskan nama anggota keluarga yang hilang. Seorang pria bernama Fung mengaku letih setelah mencari keberadaan ibu mertuanya yang berusia 80 tahun. “Saya tidak tahu apakah ia terjebak di dalam atau sudah dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Presiden Tiongkok, Xi Jinping, juga menyampaikan belasungkawa melalui pernyataan malam hari. Ia meminta pemerintah daerah melakukan upaya penuh untuk memadamkan api dan meminimalkan korban.
Kondisi semakin sulit ketika hotline darurat kepolisian dan dinas pemadam menerima lonjakan panggilan sejak pukul 16.00. Banyak warga yang turun sendiri menggunakan tangga dan lift hanya bisa menyaksikan rumah mereka terbakar sambil mendengar suara dentuman puing yang jatuh.
Sekolah CCC Fung Leung Kit Memorial di dekat lokasi dijadikan tempat penampungan sementara, sebelum warga dipindahkan ke balai komunitas lainnya menggunakan bus. Api yang menyala hebat bahkan membuat polisi mengetuk pintu dua blok di Kwong Fuk Estate yang berada di kawasan sebelahnya. Warga di sana diminta segera keluar karena asap tebal menyebar hingga Ma Liu Shui.
Hingga pukul 19.30 waktu setempat, jumlah korban meninggal telah mencapai 13 orang, termasuk seorang petugas pemadam bernama Ho Wai-ho, 37 tahun, yang menjadi salah satu responden pertama. Ho sempat hilang kontak pada pukul 15.30 sebelum ditemukan dengan luka bakar dan dinyatakan meninggal pukul 16.45.
Deputi Direktur Dinas Pemadam Kebakaran, Derek Armstrong Chan, mengatakan medan yang sulit menjadi tantangan besar. “Puing dan perancah bangunan yang jatuh menambah risiko bagi petugas. Suhu di dalam gedung sangat tinggi sehingga sulit masuk untuk melakukan pemadaman dan penyelamatan,” jelasnya.
Beberapa warga mempertanyakan sistem evakuasi dan fungsi alarm kebakaran. Seorang warga Wang Yan House mengaku alarm tidak berbunyi meski api sudah terlihat dari luar. Bahkan seorang pria lanjut usia di kursi roda baru dievakuasi setelah menerima panggilan dari pengelola gedung sekitar pukul 20.00.
Wang Fuk Court sendiri terdiri dari delapan blok berisi lebih dari 1.900 unit dan dihuni sekitar 4.000 warga. Seluruh gedung tertutup perancah bambu karena pengerjaan renovasi senilai HKD 330 juta. Kebakaran terus membesar hingga level ancaman tertinggi, No. 5 alarm, pada pukul 18.22 waktu setempat. Peringatan bahaya kebakaran merah yang sudah diumumkan sejak Senin turut menjadi latar belakang tingginya risiko pada hari kejadian.



