Jakarta Jadi Kota Terpadat di Dunia Tahun 2025
Menurut laporan terbaru yang dirilis oleh PBB, Jakarta resmi menjadi kota terpadat di dunia pada tahun 2025. Dengan jumlah penduduk hampir 41,9 juta jiwa, Jakarta mengungguli kota-kota besar lainnya di seluruh dunia. Laporan tersebut berjudul “World Urbanization Prospects 2025: Summary of Results” dan diterbitkan pada 23 November 2025.
Selama 25 tahun terakhir, pertumbuhan penduduk Jakarta mencapai rata-rata 1,97 persen per tahun. Pada tahun 2000, Jakarta memiliki populasi sebesar 25,6 juta jiwa dan menempati posisi kedua. Namun, saat ini Jakarta telah melampaui kota-kota lain dan menjadi yang terpadat.
Perubahan Urutan Kota Terpadat
Posisi kedua kini ditempati oleh Dhaka, ibu kota Bangladesh, dengan populasi sekitar 36,6 juta jiwa. Menurut proyeksi PBB, Dhaka akan menjadi kota terpadat di dunia pada tahun 2050 dengan jumlah penduduk mencapai 52,1 juta jiwa. Sementara itu, Jakarta akan turun ke posisi kedua dengan populasi sekitar 51,8 juta jiwa.
Tokyo, Jepang, yang sebelumnya menempati posisi kedua pada tahun 2000, kini berada di peringkat ketiga dengan jumlah penduduk 33,4 juta jiwa. Pertumbuhan Tokyo melambat karena penuaan populasi dan penurunan angka kelahiran. PBB memproyeksikan bahwa Tokyo akan turun ke peringkat ketujuh pada tahun 2050 dengan populasi sekitar 30,7 juta jiwa.
Daftar Kota Terpadat di Dunia
Di peringkat keempat ada New Delhi, India, dengan populasi 30,2 juta jiwa. Disusul oleh Shanghai, China (29,6 juta jiwa) dan Guangzhou, China (27,6 juta jiwa). Kairo, Mesir, menjadi satu-satunya kota non-Asia yang masuk sepuluh besar dengan populasi sekitar 25,6 juta jiwa.
Manila, Filipina, memiliki populasi sebesar 24,7 juta jiwa. Diikuti oleh Kolkata, India (22,5 juta jiwa), dan Seoul, Korea Selatan (22,5 juta jiwa). PBB memperkirakan bahwa Seoul tidak lagi masuk sepuluh besar pada tahun 2050 dan akan digantikan oleh Karachi, Pakistan, yang diperkirakan memiliki populasi sebesar 32,6 juta jiwa.
Tren Urbanisasi Global
Laporan PBB menegaskan bahwa dunia sedang mengalami lonjakan urbanisasi yang signifikan. Sebagian besar pertumbuhan penduduk terjadi di kota-kota Asia, sementara beberapa kota maju justru mengalami perlambatan akibat faktor demografis seperti penuaan populasi dan penurunan tingkat kelahiran.



