Vinkmag ad

Operasi Gratis untuk 5 Pasien di RSUD Gerbang Sehat Mahulu via BPJS Kesehatan

Operasi Pertama di RSUD Gerbang Sehat Mahulu Berhasil Dilakukan

RSUD Gerbang Sehat Mahulu (GSM), yang terletak di Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, telah melaksanakan operasi pertamanya dengan sukses. Lima pasien yang menjalani tindakan medis ini mendapatkan pengobatan dan penanganan dari BPJS Kesehatan.

Operasi ini tidak hanya dilakukan oleh tim medis internal rumah sakit GSM, tetapi juga didukung oleh tim medis dan dokter anestesi dari RSUD HIS Kabupaten Kutai Barat. Hal ini menunjukkan kolaborasi antar lembaga kesehatan dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat setempat.

Dr Yafizham Wahab Nasution Sp. B., seorang dokter spesialis bedah yang bertugas di RSUD GSM, menjelaskan bahwa lima pasien tersebut mendapatkan tindakan operasi yang semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Ia menyampaikan bahwa kerjasama yang baik dengan pihak BPJS Kesehatan memungkinkan operasi pertama untuk lima pasien ini bisa diklaimkan ke BPJS.

“Kita sudah melakukan kerjasama dengan pihak BPJS Kesehatan, sehingga operasi pertama untuk lima pasien tadi bisa diklaimkan ke BPJS, jadi itu sangat membantu masyarakat di kabupaten kita sendiri,” ujarnya pada Rabu (26/11/2025).

Seluruh tindakan operasi berjalan lancar tanpa mengalami kendala apapun. Dari kelima kasus tersebut, satu di antaranya adalah operasi besar, yaitu operasi usus turun. Ini merupakan pertama kalinya operasi jenis ini dilakukan di RSUD GSM sejak rumah sakit ini berdiri.

Tim medis di RSUD GSM berharap dapat terus membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan kesehatan di wilayah Mahakam Ulu. Menurut Dr Yafizham, lima kasus yang ditangani memiliki berbagai jenis kondisi dan rentang usia yang berbeda-beda.

  • Kasus pertama adalah hernia.
  • Kasus kedua adalah abses atau nanah di dinding perut.
  • Kasus ketiga adalah abses di bagian paha.
  • Kasus keempat adalah kista ganglion.
  • Kasus kelima adalah seorang anak yang mengalami kecelakaan.

Dijelaskan pula alasan salah satu pasien anak yang membutuhkan penjahitan hingga harus dilakukan tindakan di kamar operasi. Hal ini dilakukan karena kondisi anak yang banyak bergerak saat pembiusan. Dokter yang menangani merasa nyaman dengan situasi tersebut, serta untuk estetika karena luka berada di wajah.

“Kalau ada kamar operasi, kita bisa tidurkan anaknya. Apalagi lukanya di wajah, untuk estetika ya,” pungkasnya.


    Vinkmag ad

    Read Previous

    Satpol PP Surabaya Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Jalan Johar–Sulung

    Read Next

    Jadwal Pemadaman Listrik Bali Senin (24/11): 5 Wilayah Terdampak

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Most Popular