Kolaborasi untuk Meningkatkan Kualitas Gizi dan Pendidikan Anak-anak
Program Makan Bergizi Gratis kini mulai memberikan dampak nyata bagi masyarakat, termasuk di Kabupaten Ngawi. Salah satu bukti dari program ini adalah pra-launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dilaksanakan di Ponpes Mamba’ul Hisan. Kehadiran SPPG ini mendapat dukungan penuh dari Nahdlatul Ulama (NU) Ngawi.
Dengan memfasilitasi sebanyak 12 dapur SPPG, NU menunjukkan komitmen kuat dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas gizi dan pendidikan anak-anak Indonesia. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan serta menumbuhkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua PCNU Kabupaten Ngawi, H. Rudi Tri Wahid, S.Ag, menyampaikan apresiasi mendalam terhadap hadirnya SPPG yang menjadi bagian dari program strategis pemerintah. Ia menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama berkomitmen menjadi bagian dari elemen masyarakat yang turut menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.
“Program makan bergizi gratis dari pemerintah ini menurut kami di Nahdlatul Ulama adalah program yang sangat bagus dan luar biasa,” ujarnya.
“NU Kabupaten Ngawi memfasilitasi sekitar 12 dapur, yang sebagian sudah beroperasi dan sebagian lagi dalam tahap persiapan, termasuk di Ponpes Mamba’ul Hisan ini,” jelasnya.
H. Rudi juga menegaskan bahwa pengelola SPPG di bawah naungan NU harus mematuhi seluruh SOP dan aturan yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
“Orientasinya bukan untuk mengambil keuntungan. Jika ada yang melanggar, akan kami laporkan Badan Bergizi Nasional / BGN … maka itu bisa dihentikan,” tegasnya.
Dampak Positif Program Makan Bergizi Gratis
Kepala SPPG setempat, Sudrajat Budi N., menyampaikan bahwa hadirnya SPPG di lingkungan pendidikan diharapkan dapat memberi dampak positif bagi siswa-siswi penerima manfaat.
“Dengan adanya program Makan Bergizi Gratis ini, kami berharap dapat mewujudkan semangat para siswa siswi untuk menjalani aktivitas sekolahnya,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmennya sebagai Sarjana Penggerak Pembangunan Desa untuk ikut mewujudkan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas generasi muda.
“Kami berharap program ini bisa meningkatkan kualitas anak-anak sekolah, mewujudkan generasi yang semangat dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.
Camat Ngawi, Arin Royanto S.STP, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas tasyakuran pra-launching SPPG tersebut.
“Program makanan bergizi ini merupakan komitmen negara dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia, sebagaimana tercantum dalam Asta Cita,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan dapur SPPG juga berpotensi memberi dampak ekonomi positif.
“Keberadaan dapur SPPG diharapkan menciptakan multiple effect bagi perekonomian masyarakat sekitar,” terangnya.
Arin juga mendorong kolaborasi lebih luas dengan BUMDes dan Koperasi Desa Merah Putih untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi lokal.
Kesimpulan
Acara tasyakuran pra-launching SPPG Mamba’ul Hisan ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, pesantren, dan pihak pengelola SPPG. Semua pihak berharap program ini berjalan lancar dan mampu mencetak generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, serta siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045.



