Persebaya Surabaya dan Arema FC: Kondisi Performa Sebelum Derbi Jawa Timur
Persebaya Surabaya dan Arema FC memasuki laga derbi Jawa Timur dengan kondisi yang berbeda. Lima pertandingan terakhir kedua tim menunjukkan gambaran yang menarik, baik dari segi performa maupun hasil. Persebaya Surabaya masih menghadapi tantangan besar dalam menjaga konsistensi, sementara Arema FC lebih produktif dalam mencetak gol.
Performa Persebaya Surabaya yang Tidak Konsisten
Dari lima pertandingan terakhir, Persebaya Surabaya hanya mampu mengumpulkan enam poin. Hal ini menunjukkan bahwa tim asuhan pelatih tersebut belum bisa menunjukkan penampilan yang stabil. Meskipun lini belakang mereka cukup solid, namun minimnya kreativitas di lini depan membuat mereka sulit meraih kemenangan.
Pertandingan terbaru yang dihelat di markas Dewa United pada 26 September 2025 berakhir dengan skor 1-1. Hasil imbang ini menjadi awal dari rangkaian pertandingan yang kurang menggigit. Kekecewaan terjadi ketika Persebaya Surabaya kalah 1-3 dari Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada 18 Oktober 2025. Pada laga tersebut, Persebaya Surabaya tampil rapuh dan gagal merespons tekanan lawan secara efektif.
Di laga berikutnya, Persebaya Surabaya kembali bermain hati-hati saat melawan PSBS Biak pada 24 Oktober 2025. Mereka lebih fokus menjaga organisasi pertahanan, tetapi kembali gagal memanfaatkan peluang untuk menang. Namun, kemenangan 2-1 atas Persis Solo di GBT pada 2 November 2025 sempat meningkatkan kepercayaan diri tim. Sayangnya, performa tersebut belum cukup konsisten untuk menjadi titik balik permainan.
Laga tandang melawan Persik Kediri pada 7 November 2025 berakhir 1-1, yang menegaskan bahwa pola permainan Persebaya Surabaya lebih mengutamakan stabilitas daripada agresivitas. Total 15 poin dari 11 pertandingan membuat posisi Persebaya Surabaya tertahan di papan tengah klasemen. Kondisi ini memicu kritik dari publik yang berharap Green Force tampil lebih agresif dan dominan.
Arema FC yang Lebih Agresif dan Produktif
Di sisi lain, Arema FC membawa modal yang sedikit lebih baik dari lima pertandingan terakhir. Singo Edan meraih dua kemenangan, satu imbang, dan dua kekalahan dengan produktivitas gol yang menonjol. Hasil 2-2 di markas Persis Solo pada 28 September 2025 menjadi awal tren positif mereka. Arema menunjukkan keberanian bermain terbuka dan mampu membalas tekanan lawan dengan permainan cepat di lini depan.
Kemenangan penting 2-1 atas PSM Makassar di Gelora BJ Habibie pada 19 Oktober 2025 memperlihatkan efektivitas serangan Arema. Mereka memaksimalkan momentum dan konsisten menekan sejak menit awal. Namun, kekalahan 1-3 dari Borneo FC di Kanjuruhan pada 26 Oktober 2025 menunjukkan kelemahan besar di lini belakang. Arema terlalu mudah ditembus dan gagal menjaga fokus dalam situasi penalti dan transisi.
Namun kebangkitan muncul saat mereka menekuk Semen Padang 2-1 di H. Agus Salim pada 3 November 2025. Serangan Arema lebih cair dan finishing lini depan kembali efektif. Hasil 1-2 dari Persija Jakarta di Kanjuruhan pada 8 November 2025 kembali menyoroti rapuhnya pertahanan. Kebobolan sembilan gol dalam lima laga terakhir memperlihatkan persoalan serius yang harus dibenahi.
Meski begitu, tujuh gol dan tujuh poin dalam periode tersebut memperlihatkan Arema lebih agresif dibandingkan Persebaya Surabaya. Singo Edan tampil lebih berani mengambil risiko dan menguasai permainan melalui tekanan tinggi.

Head to Head yang Berpihak pada Persebaya Surabaya
Head to head kedua tim justru berpihak kuat pada Persebaya Surabaya dalam enam pertemuan sejak 2022. Green Force mengoleksi lima kemenangan dan satu imbang yang membuat Arema belum sekali pun menang dalam periode itu.
Kemenangan 3-2 di Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 menjadi tonggak dominasi Persebaya Surabaya. Arema kembali gagal mematahkan tren buruk itu pada pertemuan berikutnya di STIK pada April 2023. Persebaya Surabaya semakin mempertegas superioritasnya lewat kemenangan 3-1 di GBT pada 23 September 2023. Arema tak mampu keluar dari tekanan sejak awal laga dan kembali menelan kekalahan telak.
Laga di Kapten I Wayan Dipta pada 27 Maret 2024 juga berakhir untuk kemenangan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0. Meski Arema menekan, efektivitas Persebaya Surabaya dalam memanfaatkan peluang menjadi pembeda. Dominasi itu berlanjut pada kemenangan dramatis 3-2 untuk Persebaya Surabaya di GBT pada 7 Desember 2024. Arema mencoba bangkit, tetapi Persebaya Surabaya tetap tampil lebih tenang di momen krusial.
Pertemuan terakhir pada 28 April 2025 di Dipta berakhir 1-1. Arema masih belum mampu menutup jarak kualitas saat bertemu Persebaya Surabaya.
Saat ini kedua tim sama-sama mengoleksi 15 poin, tetapi Persebaya Surabaya unggul tipis dan menempati posisi kedelapan. Arema membuntuti di peringkat kesembilan dan memiliki peluang menyalip jika menang di derbi.
Derbi Jawa Timur kali ini bukan sekadar laga biasa karena penuh gengsi dan harga diri. Persebaya Surabaya ingin mempertahankan dominasi head to head, sedangkan Arema berambisi mematahkan kutukan panjang. Semua sorotan akan tertuju ke GBT pada Sabtu, 22 November 2025 yang diprediksi berlangsung panas sejak menit pertama. Laga ini dipastikan menjadi pembuktian siapa yang paling siap dalam persaingan Super League musim ini.



