Nasional Nilai Produksi Ikan Nelayan Halmahera Selatan Tembus Rp 45 Miliar

Nilai Produksi Ikan Nelayan Halmahera Selatan Tembus Rp 45 Miliar

4
0

Produksi Perikanan di Pelabuhan Perikanan Pantai Bacan Capai Rp 45,6 Miliar

Nilai produksi ikan hasil tangkapan nelayan di Halmahera Selatan, Maluku Utara yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bacan mencapai angka yang signifikan. Pada tahun 2024, total produksi mencapai Rp 45,6 miliar lebih atau sebanyak 3.300.983 kilogram. Hal ini menunjukkan pertumbuhan positif dalam sektor perikanan di wilayah tersebut.

Jenis ikan yang paling banyak didaratkan oleh nelayan di PPP Bacan terdiri dari berbagai macam spesies. Beberapa di antaranya adalah cakalang, bebi tuna, layang, kembung, deho, dolosi, biji nangka, kerapu, hingga kakak tua. Menurut Fahrudin Hadji, Kasubag TU Balai PPP Daerah Wilayah V Bacan, cakalang menjadi jenis ikan yang paling dominan dalam produksi. Disusul oleh bebi tuna dan layang sebagai pengikutnya.

Setiap kali kapal nelayan melakukan penangkapan dan membawa hasil tangkapannya ke pelabuhan, petugas akan mencatat dan menginput data tersebut sebagai bahan statistik. Data ini kemudian dilaporkan ke tingkat provinsi untuk memastikan akurasi dan transparansi.

Hingga pertengahan tahun 2025, jumlah produksi perikanan di PPP Bacan baru mencapai 2.621.350 kg dengan nilai produksi sekitar Rp36.246.630.000. Meskipun angka ini masih jauh dari target tahunan, namun proses produksi tetap berjalan secara aktif.

Fahrudin menjelaskan bahwa rata-rata kapal yang mendaratkan hasil tangkapannya di pelabuhan memiliki kapasitas antara 5-30 GT. Keberadaan Kastor serta ketersediaan BBM subsidi sangat membantu nelayan dalam menjalankan aktivitas mereka. Namun, ia juga menyebut bahwa masih diperlukan tambahan infrastruktur penunjang, terutama ketersediaan Kastor es untuk menjaga kualitas ikan.

Di PPP Bacan saat ini, terdapat dua perusahaan, baik swasta maupun BUMN, yang bertindak sebagai penampung ikan hasil tangkapan nelayan. Ikan-ikan tersebut biasanya dikirim ke Ternate, lalu diteruskan ke Surabaya dan Jakarta menggunakan kontainer. Setiap bulan, terdapat dua kali pengiriman dengan kapasitas maksimal 17 ton per kontainer. Namun, dalam kondisi tertentu, pengiriman sering dikurangi.

Harga jual ikan di tingkat pelabuhan saat ini berkisar antara Rp 14.000 hingga Rp 15.000 per kilogram untuk ikan cakalang, sedangkan harga bebi tuna lebih tinggi. Setiap hari, PPP Bacan menerima ikan hasil tangkapan dengan kisaran antara 500 kilogram hingga 50 ton.

Untuk mendukung kebutuhan nelayan, Pemprov Maluku Utara merencanakan pembangunan sarana lantai dingin di 10 kabupaten/kota, termasuk Halmahera Selatan. Langkah ini penting untuk menjawab keterbatasan nelayan terkait sarana dasar seperti Coldstorage, BBM, serta infrastruktur penyimpanan hasil tangkapan agar tetap terjaga kualitasnya.

Nilai produksi pasca tangkap di PPP Bacan tercatat sebesar Rp 903 miliar lebih, angka ini berasal dari aktivitas kapal. Sementara itu, sejak Januari hingga akhir Juli 2025, tercatat 279 kali aktivitas pembongkaran ikan di PPP Bacan. Angka tersebut bisa meningkat hingga nilai produksi Rp1 miliar pada Agustus ini dari target sebelumnya yakni Rp 2,3 miliar.

Fahrudin optimistis bahwa tahun ini dapat mencapai target yang telah ditentukan. Aktivitas bongkar muat tersebut menunjukkan geliat perikanan tangkap masih berjalan aktif, meski sebagian kapal beroperasi dalam skala terbatas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini