Ragam Indonesia-Australia Luncurkan Proyek AI di Jogja, Persiapkan Generasi Muda Jadi Kreator Teknologi

Indonesia-Australia Luncurkan Proyek AI di Jogja, Persiapkan Generasi Muda Jadi Kreator Teknologi

8
0

Kerja Sama Indonesia-Australia di Bidang Kecerdasan Buatan (AI) Memasuki Tahap Baru

Pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) kini menjadi fokus utama dalam kerja sama antara Indonesia dan Australia. Pada bulan Agustus 2025, sebuah acara penting digelar di Kota Yogyakarta yang bertajuk “Creating Job Opportunities for Yogyakarta and Indonesian Youth in the AI Industry”. Acara ini diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Komite Bilateral Australia bersama Kadin Daerah Istimewa Yogyakarta.

Acara ini menghadirkan sejumlah tokoh ternama dari Australia, seperti Mr. Eamonn Fitzpatrick, CEO Fitzpatrick Advisors & Co, serta Mr. Michael Gately, tokoh AI sekaligus CEO Trellis Data Ltd. Selain itu, perwakilan Kedutaan Australia di Jakarta dan Konsulat RI di Australia juga turut hadir dalam dialog tersebut.

Fokus pada Pengembangan Lapangan Kerja

Dialog ini memperkuat komitmen kedua negara untuk memastikan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya menjadi ancaman bagi kesempatan kerja, tetapi justru membuka peluang baru. Tantangan terbesar bagi perekonomian nasional adalah bagaimana menciptakan industri AI yang mampu menyerap tenaga kerja muda Indonesia.

Sebelumnya, komitmen kerja sama telah ditegaskan dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anthony Albanese di Jakarta pada Mei 2025. Dalam pertemuan tersebut, perjanjian Indonesia Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) diperbaharui, dengan fokus pada investasi di bidang AI.

Peluang bagi Yogyakarta

Yogyakarta diharapkan menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan ekosistem AI nasional. Melalui dialog ini, diharapkan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dapat memanfaatkan peluang yang tersedia dalam IA-CEPA versi 2.0.

Managing Director Fitzpatrick & Go Advisory, Eamonn Fitzpatrick, menyampaikan bahwa peluang pembangunan ekosistem AI lintas negara sangat besar. Ia menekankan pentingnya menjembatani hubungan antara dunia usaha Australia-Indonesia.

Fitzpatrick menambahkan bahwa forum ini tidak hanya berupa jejaring, tetapi juga menjadi awal dari proyek konkret melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan universitas dan lembaga di Yogyakarta. Salah satu proyek yang akan dijajaki adalah pengembangan kemampuan AI berbasis bahasa lisan skala besar.

Peran Perusahaan Teknologi Australia

Di sisi korporasi, Trellis Data Ltd, perusahaan teknologi asal Australia, menyatakan siap bekerja sama dengan kampus dan institusi di Yogyakarta. CEO Trellis Data, Michael Gately, menjelaskan bahwa proyek yang dibawa fokus pada pengembangan model ucapan (speech models) skala besar.

Menurut Gately, pendekatan ini memperluas akses AI bagi kelompok yang selama ini belum terlayani. Ia menilai bahwa generasi muda Yogyakarta memiliki potensi besar dalam pengembangan AI. Trellis Data akan fokus pada pengembangan teknologi di Yogyakarta, karena kota ini memiliki sumber daya manusia yang berkualitas.

Peran Pemerintah dan Pendidikan

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menekankan pentingnya posisi Jogja sebagai kota pendidikan strategis dalam menyiapkan kreator AI. Ia menyatakan bahwa program bersama AI dengan Australia harus berfokus pada pembuatan, bukan sekadar penggunaan.

Selain itu, Wakil Ketua Umum Investasi dan Hubungan Luar Negeri Kadin DIY, George Iwan Marantika, menekankan peran Yogyakarta dalam ekosistem teknologi nasional. Ia menilai bahwa kerja sama bilateral Indonesia–Australia di bidang critical technology sangat penting.

Dari sisi pendidikan, Sekretaris Dewan Pendidikan DIY, Timothy Apriyanto, menyoroti urgensi transformasi dalam era digital. Ia menekankan bahwa tantangan terbesar adalah menjadi pemenang melalui transformasi, bukan sekadar konsumen atau pengguna.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini