Olahraga Gelombang Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Super League! Tommy Desky: Harus Dilihat...

Gelombang Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Super League! Tommy Desky: Harus Dilihat dari Dua Sisi

6
0

Pemain Naturalisasi Menghiasi Super League 2025/2026

Sepak bola Indonesia kini memasuki era baru dengan kehadiran pemain naturalisasi yang mengisi skuad utama di Super League musim 2025/2026. Fenomena ini tidak hanya memberikan kekuatan tambahan bagi klub-klub besar, tetapi juga memicu diskusi tentang arah pembinaan sepak bola nasional.

Banyak klub besar di Liga Indonesia kini memiliki pemain naturalisasi di dalam daftar pemainnya. Mereka berperan penting dari lini belakang hingga lini depan, membantu tim mencapai hasil yang lebih baik dalam kompetisi lokal maupun internasional.

Persib Bandung menjadi salah satu klub yang menarik perhatian setelah resmi mendatangkan Thom Haye. Gelandang yang sebelumnya bermain di Eredivisie Belanda ini diperkenalkan sebagai perekrutan strategis untuk memperkuat lini tengah Maung Bandung. Selain Haye, Persib juga masih mengandalkan Marc Klok, yang telah menjadi motor permainan selama beberapa musim terakhir. Duet Haye dan Klok diharapkan bisa membuat Persib lebih solid, baik dalam kompetisi domestik maupun ajang AFC Champions League.

Dewa United juga tidak ketinggalan dalam memanfaatkan jasa pemain naturalisasi. Klub asal Tangerang ini mengandalkan Stefano Lilipaly, yang dipinjam dari Borneo FC, serta striker muda Rafael Struick. Lilipaly, dengan pengalamannya, menjadi pengatur serangan utama, sementara Struick diharapkan menjadi mesin gol di lini depan Dewa United.

Persija Jakarta memperkuat pertahanannya dengan merekrut Jordi Amat. Bek berusia 33 tahun ini sebelumnya bermain untuk Johor Darul Ta’zim di Liga Malaysia. Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan konsistensi pertahanan Persija, terutama di level kompetitif yang tinggi.

Bhayangkara Presisi Lampung FC masih mempercayai Ilija Spasojevic sebagai ujung tombak utama. Meski usianya sudah 37 tahun, Spaso tetap dianggap sebagai pemain penting dalam skema permainan tim. Rekam jejaknya sebagai top skor Liga 1 pada musim 2021/2022 membuatnya tetap menjadi incaran klub-klub besar.

Persik Kediri juga melakukan langkah serupa dengan mendatangkan Ezra Walian. Pemain ini diharapkan bisa memberikan variasi serangan dengan kecepatan dan naluri golnya. Sementara itu, Borneo FC tetap mempercayai Diego Michiels, bek kanan berusia 34 tahun yang tetap menjadi figur penting di lini pertahanan Pesut Etam.

Di sisi lain, Bali United mengandalkan Jens Raven, seorang pemain muda berusia 19 tahun yang baru saja menjadi warga negara Indonesia pada 2024. Raven dianggap sebagai simbol regenerasi sekaligus investasi jangka panjang bagi Serdadu Tridatu.

Gelombang pemain naturalisasi yang kini tersebar di Super League 2025/2026 memunculkan pro dan kontra. Di satu sisi, klub-klub profesional dinilai sah-sah saja merekrut siapa pun sesuai kebutuhan kompetitif mereka. Namun, ada juga yang khawatir bahwa banyaknya pemain naturalisasi justru akan mengurangi kualitas Timnas Indonesia.

Menurut pengamat sepak bola Indonesia, Tommy Desky, fenomena ini perlu dilihat dari dua sisi. Menurutnya, klub profesional seperti Persib dan Dewa United tentu memiliki hak penuh untuk merekrut siapa pun, termasuk pemain diaspora atau naturalisasi, selama sesuai kebutuhan tim. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tujuan awal naturalisasi di Indonesia adalah untuk meningkatkan kualitas Timnas.

Tommy menilai bahwa jika banyak pemain naturalisasi kembali ke Liga Indonesia, ada risiko kualitas mereka ikut menurun. Intensitas pertandingan di Super League jelas berbeda dibandingkan dengan level kompetisi Eropa. Oleh karena itu, solusinya adalah keseimbangan antara kebutuhan klub dan strategi federasi.

Selain itu, Tommy menyoroti tantangan besar bagi pemain naturalisasi Indonesia yang ingin berkarier di Eropa. Salah satunya adalah aturan kuota ketat pemain non-Uni Eropa yang membuat klub lebih selektif. Namun, ia juga menekankan bahwa bukan berarti mustahil bagi pemain naturalisasi Indonesia untuk menembus Eropa. Banyak pemain Asia sukses karena performa konsisten, dan hal ini juga bisa dicapai oleh pemain Indonesia.

Pemain naturalisasi Indonesia yang sudah terbiasa di Eropa harus meyakinkan klub bahwa kualitasnya layak menempati slot non-EU yang berharga. Gelombang pemain naturalisasi di Super League 2025/2026 pada akhirnya mencerminkan ambisi besar klub-klub Indonesia untuk bersaing di level lebih tinggi. Tinggal bagaimana federasi bisa menjaga keseimbangan agar arah pembinaan Timnas tetap sejalan dengan kebutuhan kompetisi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini