
Spekulasi Masa Depan Alexander Isak Memanas Jelang Penutupan Bursa Transfer
Spekulasi mengenai masa depan Alexander Isak, striker Newcastle United, semakin memanas menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2025. Pemain asal Swedia ini kini menjadi incaran utama Liverpool yang siap menggelontorkan dana besar untuk memperkuat lini depan mereka. Namun, hingga saat ini situasi masih penuh ketidakpastian.
Isak telah lama diisukan ingin meninggalkan St James’ Park. Kabar tersebut semakin menguat setelah ia menyampaikan keinginannya untuk mencari tantangan baru. Kehadirannya juga terlihat tidak jelas dalam beberapa pertandingan pramusim dan laga pembuka Liga Inggris. Bahkan, saat Newcastle kalah tipis dari Liverpool dalam drama lima gol di St James’ Park, Isak tidak terlihat. Absennya sang striker memperkuat dugaan adanya ketegangan antara pemain dan klub.
Pekan lalu, Isak membuat pernyataan mengejutkan. Ia menyatakan bahwa dirinya tidak bisa melanjutkan kariernya bersama Newcastle karena merasa kehilangan kepercayaan terhadap klub yang dinilai telah mengingkari janji. Respons dari Newcastle datang cepat. Dalam pernyataan resmi, klub menegaskan bahwa tidak ada janji yang pernah dibuat untuk melepas Isak pada musim panas ini. Klub juga menyebut bahwa tidak ada rencana untuk menjualnya sebelum bursa ditutup pada 1 September, karena syarat untuk melepasnya belum terpenuhi.
Setelah laga kontra Liverpool, pelatih Newcastle, Eddie Howe, angkat bicara tentang situasi Isak. Ia menyatakan bahwa situasi ini membuat klub berada dalam posisi sulit. “Kami ingin ada kejelasan, kami ingin melangkah maju, dan kami ingin narasi ini berubah karena musim sudah dimulai,” kata Howe.
Howe menambahkan bahwa dirinya hanya fokus pada pemain yang memiliki komitmen penuh untuk membela Newcastle. Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa dirinya tidak dilibatkan dalam pembicaraan antara manajemen klub dan Isak. “Saya tidak ikut campur dalam pembahasan ini sejak lama. Energi saya sepenuhnya saya berikan untuk tim dan pemain yang ingin bermain untuk Newcastle,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa Newcastle sudah menunjukkan performa yang cukup baik meski baru mengoleksi satu poin dari dua laga awal. Ia berharap kisruh terkait Isak bisa segera tuntas agar fokus tim tidak terus terganggu. “Kami sudah memberikan dua performa yang sangat bagus, tapi hanya dapat satu poin. Itu sulit diterima, tapi kami akan terus berjuang,” ucap Howe.
Di sisi lain, Liverpool masih memantau perkembangan transfer Isak. Klub besutan Arne Slot itu sebelumnya sudah mengajukan tawaran perdana sebesar 110 juta Poundsterling atau setara Rp2,2 triliun. Namun, Newcastle menolak tawaran tersebut karena mereka bersikeras hanya mau melepas Isak di angka minimal 150 juta Poundsterling atau sekitar Rp3 triliun.
Liverpool diyakini akan kembali dengan tawaran baru di sisa waktu bursa transfer. The Reds memang sedang membutuhkan tambahan tenaga di lini serang usai ditinggal Luis Diaz dan Darwin Nunez. Hingga kini, Liverpool sudah menghabiskan lebih dari 300 juta Poundsterling atau sekitar Rp6 triliun untuk mendatangkan delapan pemain anyar.
Jika negosiasi dengan Newcastle buntu, Liverpool sudah menyiapkan opsi lain. Nama Rodrygo dari Real Madrid disebut-sebut masuk dalam daftar target serius. Selain itu, Arne Slot juga masih mencari bek tengah baru, dengan kapten Crystal Palace, Marc Guehi, menjadi salah satu bidikan.
Di sisi lain, Newcastle juga tengah berupaya mendatangkan striker pengganti. Namun, usaha mereka belum menemui hasil setelah tawaran untuk Jorgen Strand Larsen dan Yoane Wissa ditolak oleh klub masing-masing. Situasi ini membuat The Magpies berada dalam tekanan berat untuk segera menemukan solusi sebelum bursa ditutup.
Drama transfer Alexander Isak kini menjadi salah satu kisah paling panas di penghujung jendela transfer. Apakah sang striker akhirnya akan merapat ke Anfield dengan banderol selangit, atau Newcastle mampu mempertahankan bintang mereka, jawabannya bakal terungkap dalam hitungan hari.