Olahraga Kobbie Mainoo Terpinggirkan di MU: Kurang Kesempatan Bermain dan Kontrak Tergelar di...

Kobbie Mainoo Terpinggirkan di MU: Kurang Kesempatan Bermain dan Kontrak Tergelar di Era Amorim

6
0

Kobbie Mainoo Menghadapi Tantangan di Bawah Asuhan Ruben Amorim

Kobbie Mainoo, seorang pemain muda yang pernah menjadi sorotan di Manchester United, kini sedang menghadapi masa sulit. Di bawah asuhan pelatih baru, Ruben Amorim, performa dan posisi Mainoo di skuad utama mulai terancam. Dalam laga melawan Fulham, ia terlihat tertutup, menggunakan headphone dan membawa dua iPhone serta tas perlengkapan.

Sejauh ini, Mainoo hanya tampil sebagai starter dalam dua dari tujuh pertandingan Manchester United musim ini, termasuk laga pramusim. Meskipun diharapkan tampil sebagai starter saat menghadapi Grimsby Town di ajang piala, ia kembali duduk di bangku cadangan ketika tim berhadapan dengan Burnley.

Dulu, Mainoo dikenal memiliki kepercayaan diri tinggi dan performa yang menjanjikan. Pelatih Ruben Amorim pernah memuji kemampuan teknisnya, menyebut bahwa Mainoo memiliki kemampuan untuk mencari solusi setiap kali mengoper bola. Namun, Amorim juga menuntut peningkatan ritme dan intensitas permainannya, yang belum sepenuhnya konsisten ditunjukkan oleh pemain berusia 20 tahun tersebut.

Ketidakhadiran selama empat bulan musim lalu membuat Mainoo kehilangan ritme permainannya. Kini, ia harus berusaha mengejar ketertinggalan di bawah sistem yang diterapkan Amorim. Sistem tersebut lebih mengandalkan kombinasi gelandang bertahan dan menyerang. Dalam formasi tiga bek, dinamika lini tengah berubah total, sehingga Mainoo hanya dimainkan 15 kali oleh Amorim sejauh ini.

Selain itu, situasi kontrak Mainoo juga tengah menghadapi jalan buntu. Pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak belum menunjukkan progres. Di sisi lain, manajemen United mulai menyadari bahwa kesuksesan seorang “one-club man” semakin sulit tercapai di era modern yang diatur oleh regulasi finansial ketat.

Agen Mainoo, David Lockwood, juga tengah menjadi perhatian. Ia dianggap terlalu agresif dalam menggaet banyak pemain akademi United, termasuk Tyler Fredricson, Amir Ibragimov, dan Malachi Sharpe. Hal ini disinyalir dilakukan dengan tujuan menjual kesuksesan Mainoo sebagai daya tarik.

Situasi yang dialami Mainoo saat ini mengingatkan pada kasus Ryan Gravenberch di Liverpool. Saat pertama kali datang dari Bayern Munich, Gravenberch kesulitan beradaptasi dengan gaya bermain Jurgen Klopp. Namun, di bawah arahan pelatih baru Arne Slot, ia berhasil berubah menjadi pilar penting dan bahkan masuk dalam PFA Team of the Year. Transformasi seperti ini bisa menjadi inspirasi bagi Mainoo untuk bangkit kembali.

Namun, saat ini waktu dan kesempatan tidak berada di pihak Mainoo. Ada lima pemain lain di lini tengah yang lebih disukai oleh Amorim, sehingga masa depan Mainoo di Old Trafford tampak semakin tidak pasti. Apakah ia akan bisa kembali menemukan bentuk terbaiknya atau justru terpinggirkan, masih menjadi pertanyaan besar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini