
Pemberdayaan UMKM Desa Kurau: Membuka Peluang dan Menjaga Tradisi
Di tengah upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Kemenkeu Satu Babel menggelar sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat peran UMKM di wilayah Kurau. Acara ini berlangsung pada Senin (25/8/2025) di kantor Desa Kurau Barat, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah.
Kegiatan yang diberi tajuk “Pemberdayaan UMKM Desa Kurau: Akselerasi Peluang Pembiayaan, Potensi Ekspor, Literasi Keuangan, dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Menuju UMKM Naik Kelas” dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM dari dua sentra utama produk olahan ikan, yaitu kemplang dari Desa Kurau dan getas dari Desa Kurau Barat. Wilayah ini dikenal sebagai pusat penghasil ikan segar dan olahan unggulan di Bangka Belitung, dengan sebagian besar usaha digerakkan oleh para ibu rumah tangga.
Tujuan dari acara ini adalah untuk membantu UMKM dalam mengakses pembiayaan, meningkatkan literasi keuangan, memperkuat branding produk, serta membuka wawasan terkait peluang ekspor. Dengan demikian, UMKM dapat berkembang dan naik kelas secara signifikan.
Empat narasumber hadir dalam kegiatan tersebut, masing-masing memberikan penjelasan tentang topik yang relevan. Perwakilan OJK Babel menyampaikan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha dan perlindungan konsumen. Sementara itu, Shafa Islami Qalbi, seorang kreator konten Babel, membahas strategi branding dan konten kreatif yang bisa digunakan untuk memperluas pemasaran produk UMKM.
Perwakilan KPPN Pangkalpinang menjelaskan tentang akses pembiayaan dan pemanfaatan layanan keuangan negara, sementara perwakilan Bea Cukai Pangkalpinang membahas potensi ekspor produk olahan ikan dari Kurau serta peran Bea Cukai dalam mendukung perdagangan dan pendampingan UMKM ekspor.
Kepala Desa Kurau Barat, Sandi, menyampaikan apresiasi atas dukungan lintas instansi yang telah nyata membantu UMKM di wilayah Kurau dan Kurau Barat. Ia menuturkan bahwa usaha berbasis perikanan di wilayah ini telah menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sejak lama. Diharapkan dengan adanya dukungan nyata ini, kekayaan hasil laut dari Desa Kurau dapat dimanfaatkan dan dioptimalkan dengan baik oleh para pelaku usaha UMKM.
Rino Radiansyah, perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bangka Belitung (Kanwil DJPb Babel), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi Kemenkeu Satu dalam memberdayakan UMKM yang menjadi penopang pilar ekonomi lokal. Kegiatan ini menjadi komitmen pemerintah dalam pemberdayaan UMKM melalui kebijakan fiskal yang konkret.
Dukungan yang diberikan mencakup insentif pajak, subsidi, penjaminan kredit, pembiayaan ultra mikro, dan perluasan akses pasar melalui sinergi lintas instansi. Dengan terus menghadirkan kegiatan serupa di berbagai daerah, Kemenkeu Satu berharap UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh secara produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di pasar global.