Nasional Ilham Kacab Bank BUMN, Ternyata Pemimpin Kempo di Unsoed, Ini Ucapan Teman...

Ilham Kacab Bank BUMN, Ternyata Pemimpin Kempo di Unsoed, Ini Ucapan Teman Sekampus

6
0

Kepala Cabang Bank BUMN yang Terbukti Mahir dalam Seni Bela Diri Kempo Tidak Mampu Melawan Penculik

Mohamad Ilham Pradipta, seorang kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) bank BUMN berusia 37 tahun, ternyata memiliki kemampuan dalam seni bela diri kempo. Kempo adalah aliran seni bela diri yang berasal dari Jepang dan terkenal dengan penggunaan teknik tangan yang efektif. Rekan korban, Farid Nugroho, mengungkapkan bahwa Ilham pernah menjadi ketua bela diri kempo saat kuliah di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, angkatan 2006.

Pada Rabu (20/8/2025), Ilham diculik oleh empat orang, yaitu Eras, AT, RS, dan RAH, di tempat parkir Lotte Mart, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Saat kejadian, rekan-rekan Ilham berharap ia mampu membela diri dengan menggunakan ilmu bela dirinya. Namun, pada akhirnya, Ilham tidak berhasil meloloskan diri dari para penculik.

Farid Nugroho mengungkapkan kekecewaannya setelah melihat rekaman CCTV. Ia heran mengapa Ilham tidak melakukan perlawanan. “Saya berharap almarhum bisa melakukan satu dua jurus Kenponya sehingga bisa lepas dari situ,” ujarnya.

Kejadian tragis ini berakhir pada Kamis (21/8/2025), ketika jenazah Ilham ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan tangan dan kaki terikat serta mata tertutup di Desa Nagasari, Serang Baru, Bekasi, Jawa Barat. Keluarga dan rekan-rekan Ilham merasa sangat sedih dan terpukul.

Kebiasaan Ilham sebagai Guru Bela Diri

Farid Nugroho juga menceritakan obrolannya dengan istri Ilham, Puspipta Aulia. Menurutnya, istri korban sempat melihat video CCTV dan berkata dalam hati, “Ayah kenapa tidak dilawan.” Hal ini juga menjadi pertanyaan yang sama bagi Farid.

Menurut informasi yang didapat, Ilham bukan hanya mahir dalam kempo, tetapi juga merupakan seorang guru bela diri. Ia pernah menjabat sebagai ketua kempo di kampus Unsoed. Keberaniannya dan sikap ksatrianya membuat banyak orang mengaguminya.

Perlawanan di Dalam Mobil

Pengacara para penculik, Petrus Bala Pattyona, menjelaskan bahwa selama di dalam mobil, Ilham sempat melakukan perlawanan. Menurutnya, ada lima orang di dalam mobil tersebut. Salah satu di antaranya hanya bertugas sebagai sopir, sementara yang lain duduk di kursi belakang.

Petrus menyampaikan bahwa hanya tiga orang yang langsung berhadapan dengan Ilham saat dimasukkan ke dalam mobil. Dari ketiga orang tersebut, satu orang duduk di samping sopir, dan dua orang lainnya duduk di kursi tengah. Ilham duduk di tengah dan diapit oleh dua penculik.

Selain itu, para penculik menutup mulut Ilham dengan lakban. Selama perjalanan, Ilham terus meronta-ronta. “Dia meronta-ronta sepanjang jalan sampai ke Landasan Pacu Kemayoran,” kata Petrus.

Ketika diturunkan untuk pindah ke mobil lain, Ilham masih terus meronta. Sayangnya, usaha perlawanan ini tidak berhasil menghindarkan nyawanya.

Penyebab Kematian Ilham

Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol Prima Heru, menjelaskan penyebab kematian Ilham. Berdasarkan hasil otopsi, luka yang dialami korban disebabkan oleh hantaman benda tumpul. Luka tersebut terdapat pada bagian dada dan leher.

Prima menyebutkan bahwa tekanan pada tulang leher dan dada menyebabkan Ilham kesulitan bernapas. Ia memastikan bahwa tidak ada luka sayat pada tubuh korban. “Lukanya bagian dada dan leher, benda tumpul. Hanya benda tumpul saja,” tambahnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini