Nasional Satgas Nasional: 15 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi Agustus

Satgas Nasional: 15 Ribu Kopdes Merah Putih Siap Beroperasi Agustus

46
0

Percepatan Operasional Koperasi Desa Merah Putih

Satgas Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih memiliki target yang cukup ambisius. Dari total 80 ribu koperasi yang direncanakan, sebanyak 15 ribu di antaranya diharapkan mulai beroperasi pada bulan Agustus ini. Hal ini dilakukan setelah peresmian oleh Presiden Prabowo Subianto pada Juli 2025 lalu.

Ketua Satgas Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa pihaknya sedang mempercepat proses operasionalisasi koperasi tersebut. “Target kami adalah 15 ribu koperasi yang sudah terbentuk dan beroperasi dalam bulan ini,” ujarnya saat menghadiri Rapat Konsolidasi dan Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Denpasar, Bali, Jumat (8/8/2025).

Dalam rapat tersebut, Zulhas menekankan pentingnya persiapan awal yang matang. Salah satu langkah awal adalah penentuan lokasi bisnis koperasi. “Apakah akan menggunakan sekolah, kantor desa, kantor kelurahan, atau balai desa. Jika tidak ada, maka baru dibangun,” jelasnya.

Untuk memastikan keberlanjutan operasional koperasi, Zulhas—yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pangan—meminta kepala daerah untuk memastikan keberadaan gudang penyimpanan dan fasilitas pendingin. Fasilitas-fasilitas ini diperlukan untuk mendukung unit usaha koperasi.

Selain itu, ia menekankan perlunya tenaga kerja yang siap membantu operasional koperasi. Dalam hal ini, Zulhas meminta agar pemerintah daerah menyediakan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sebanyak 2–3 orang yang merupakan warga asli desa atau kecamatan setempat. “Selain itu, Himbara harus mempercepat pelaporan kredit agar bisa langsung berjalan. Peraturan Menkeu sudah ada, jadi sudah bisa berjalan,” tambahnya.

Setelah beroperasi, Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi sarana atau infrastruktur pemerintah dalam menjalankan berbagai kebijakan. Contohnya seperti operasi pasar, penyediaan makanan bergizi gratis, hingga fasilitasi pengembangan energi baru terbarukan.

Zulhas juga meminta gubernur—sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah—untuk segera menggelar rapat dengan bupati/wali kota. Tujuannya adalah untuk menindaklanjuti tahap operasional koperasi. Selain itu, gubernur diminta berkoordinasi aktif dengan BUMN di bidang-bidang potensial yang dapat dikembangkan sebagai bisnis koperasi.

Dengan hampir 100 persen satuan tugas di daerah telah terbentuk, Zulhas sangat optimistis bahwa seluruh pihak dapat bekerja sama untuk mempercepat operasional Kopdes Merah Putih.

Model Bisnis yang Direkomendasikan

Pada tahap awal, koperasi desa diarahkan untuk menjalankan model bisnis yang menguntungkan. Hal ini bertujuan untuk membentuk pusat kegiatan dan pusat pertumbuhan di desa. Secara umum, ada tujuh model bisnis potensial yang direkomendasikan, yaitu:

  • Gerai pupuk
  • Pangkalan LPG
  • Gerai sembako
  • Agen bank Himbara
  • Layanan logistik
  • Penjualan beras/gabah
  • Apotek

Dengan adanya model-model bisnis ini, diharapkan koperasi desa dapat memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini