
Vaksin Baru yang Berpotensi Mencegah Kanker Payudara
Kanker payudara menjadi salah satu penyebab kematian utama di dunia. Penyakit ini tidak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga mengganggu kehidupan sehari-hari bagi banyak perempuan. Namun, kabar baik datang dari pengembangan vaksin baru yang menawarkan harapan baru dalam pencegahan dan pengobatan kanker payudara.
Vaksin terbaru ini sedang dalam tahap uji klinis fase pertama. Dalam penelitian tersebut, lebih dari 75 persen perempuan yang terlibat menunjukkan respons imun yang kuat terhadap vaksin. Respons ini diukur melalui adanya antibodi pada sel darah putih mereka. Vaksin ini dirancang untuk mencegah kanker payudara dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh agar dapat mengenali dan menghancurkan sel kanker sejak dini.
Vaksin ini dikembangkan oleh Anixa Biosciences, sebuah perusahaan bioteknologi yang mendapatkan dukungan pendanaan dari US Department of Defense. Proses pengembangan vaksin ini telah berlangsung selama bertahun-tahun. Menurut Dr Amit Kumar, CEO Anixa Biosciences, vaksin ini sangat menjanjikan karena mampu memobilisasi sistem kekebalan pasien untuk menemukan dan menghancurkan sel kanker payudara sebelum berkembang menjadi tumor.
Bagaimana Cara Kerja Vaksin Kanker Payudara?
Vaksin ini bekerja dengan cara melatih sistem kekebalan tubuh untuk mengenali protein tertentu yang biasanya ditemukan dalam tubuh selama menyusui. Protein tersebut, yaitu alfa-laktalbumin, sering kali muncul kembali dalam kasus kanker payudara triple negatif, yang merupakan bentuk penyakit yang sangat agresif.
Dalam uji coba fase pertama, sekitar 35 perempuan yang berisiko tinggi terkena kanker payudara triple negatif dilibatkan. Mereka termasuk penyintas kanker dan beberapa yang membawa mutasi gen BRCA yang meningkatkan risiko kanker payudara. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 75 persen dari mereka mengembangkan respons imun yang kuat terhadap vaksin tanpa efek samping serius.
Manfaat Vaksin Kanker Payudara
Vaksin ini tidak hanya ditujukan untuk pengobatan, tetapi juga untuk pencegahan. Bagi perempuan yang sudah menjalani perawatan kanker payudara, vaksin ini bisa membantu mengurangi risiko kekambuhan. Sementara itu, bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga atau faktor risiko lain, vaksin ini bisa menjadi lapisan perlindungan tambahan.
Meskipun masih terlalu dini untuk menyatakan bahwa vaksin ini benar-benar mencegah kanker payudara secara keseluruhan, hasil awal ini menunjukkan potensi besar. Dr Amit Kumar mengungkapkan bahwa jika vaksin ini berhasil, maka kanker payudara bisa dihilangkan sebagai penyakit seperti halnya polio dan penyakit menular lainnya.
Uji Coba yang Lebih Besar
Temuan ini menjadi dasar untuk uji coba yang lebih besar. Fase kedua diharapkan akan dimulai pada tahun 2026 mendatang. Dengan uji coba yang lebih luas, para peneliti berharap bisa memperoleh data yang lebih lengkap tentang efektivitas dan keamanan vaksin ini.
Siapa yang Akan Mendapat Manfaat?
Risiko kanker payudara tidak hanya terbatas pada perempuan, meskipun jumlahnya lebih tinggi pada perempuan. Vaksin ini bisa memberikan manfaat bagi siapa saja yang memiliki risiko tinggi. Terutama bagi perempuan di India dan daerah lain di dunia, penemuan ini bisa menjadi angin segar dalam upaya mengurangi angka kematian akibat kanker payudara.
Dengan perkembangan teknologi medis yang semakin pesat, harapan untuk mengatasi kanker payudara semakin nyata. Vaksin ini bukan hanya langkah awal, tetapi juga tanda bahwa masa depan kesehatan perempuan semakin cerah.