Daerah Kolaborasi Kemendes–UNICEF untuk Desa Tangguh

Kolaborasi Kemendes–UNICEF untuk Desa Tangguh

160
0

Perkuat Peran Desa Hadapi Perubahan Iklim, Kemendes PDT dan UNICEF Gelar Bimtek Desa Peduli Iklim dan Tanggap Bencana Ramah Anak

Kabupaten Malang,  Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melalui Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan (PSBLDP), Ditjen PDP, bekerja sama dengan UNICEF Indonesia menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Desa Peduli Iklim dan Desa Tanggap Bencana yang Ramah Anak.

Kegiatan ini digelar di tiga lokasi berbeda, yaitu Kabupaten Karanganyar (18–19 Juni 2025), Kabupaten Malang (2–3 Juli 2025), dan Kabupaten Madiun (4–5 Juli 2025), dengan dukungan penuh dari UNICEF Indonesia.

Bimtek dibuka secara resmi oleh Direktur PSBLDP Kemendes PDTT, Drs. Andrey Ikhsan Lubis, M.Si., serta Social Protection Specialist UNICEF Indonesia, Ratnawati Muyanto. Acara ini juga menghadirkan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta fasilitator nasional M. Yasir Sani dan Donny Irawan, yang turut menyusun Panduan Desa Peduli Iklim dan Tanggap Bencana.

Peserta bimtek terdiri dari pemerintah desa, tenaga pendamping profesional, PKK, karang taruna, satgas bencana, dan pegiat lingkungan dari desa-desa sasaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas desa dalam menghadapi perubahan iklim dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana yang ramah anak dan responsif terhadap kelompok rentan.

Direktur PSBLDP, Drs. Andrey Ikhsan Lubis, M.Si., dalam sambutannya menyatakan,
“Perubahan iklim adalah tantangan global yang nyata dan dampaknya telah dirasakan hingga ke tingkat desa. Maka dari itu, keterlibatan masyarakat desa dalam upaya adaptasi dan mitigasi sangat penting, agar desa mampu menjadi barisan terdepan dalam menghadapi dinamika perubahan iklim.”

Sementara itu, Social Protection Specialist UNICEF Indonesia, Ratnawati Muyanto, menegaskan pentingnya perlindungan terhadap anak dan kelompok rentan, termasuk dalam konteks perubahan iklim.
“UNICEF mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya melindungi anak-anak, kepala keluarga perempuan, dan kelompok rentan lainnya melalui kerangka perlindungan sosial adaptif, yang terintegrasi dalam kebijakan dan program di tingkat desa,” ujarnya.

Ketua Pokja sekaligus Ketua Panitia, Dr. Dra. Anastutik Wiryaningsih, M.Si., menyampaikan urgensi memperkuat peran desa dalam konteks ini.
“Sebanyak 35,02 persen kejadian bencana di Indonesia terjadi di desa (BPS PODES 2024), sehingga desa tidak bisa lagi dianggap hanya sebagai penerima dampak. Desa justru harus menjadi garda terdepan dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta penanggulangan bencana yang ramah anak,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, “Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperluas pemahaman dan partisipasi aktif masyarakat desa dalam perencanaan pembangunan yang inklusif, tangguh, dan responsif terhadap krisis.”

Bimtek dimulai dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait perubahan iklim dan kebencanaan. Selanjutnya, peserta diberikan materi mengenai pemanfaatan Dana Desa dalam kerangka perlindungan sosial seperti BLT-DD dan PKTD, serta fasilitasi program Desa Peduli Iklim dan Tanggap Bencana. Kegiatan ditutup dengan post-test sebagai evaluasi pemahaman dan efektivitas pelatihan.

Diharapkan melalui kegiatan ini, desa dapat:

  • Meningkatkan kesadaran dan kapasitas dalam menghadapi perubahan iklim dan bencana,
  • Memanfaatkan Dana Desa secara tepat untuk adaptasi dan mitigasi,
  • Menumbuhkan semangat kesukarelawanan masyarakat,
  • Mengintegrasikan isu perubahan iklim dan bencana dalam dokumen perencanaan desa (RPJMDes, RKPDes, APBDes), serta
  • Mengarusutamakan pendekatan responsif gender dan ramah anak dalam kerangka perlindungan sosial adaptif.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini