Internasional Data Satelit: Iran Bisa Serang 5 Pangkalan Militer Israel, Dengan Strategi Apa?

Data Satelit: Iran Bisa Serang 5 Pangkalan Militer Israel, Dengan Strategi Apa?

79
0

Penemuan Terbaru Mengungkap Kemampuan Rudal Iran Menyerang Pangkalan Militer Israel

Data satelit terbaru menunjukkan bahwa rudal Iran berhasil menyerang setidaknya lima pangkalan militer Israel selama konflik yang berlangsung selama 12 hari pada bulan Juni lalu. Laporan ini muncul dari analisis yang dilakukan oleh akademisi Amerika Serikat di Oregon State University, yang menyatakan bahwa serangan tersebut tidak diumumkan secara publik oleh otoritas Israel karena adanya undang-undang sensor militer yang ketat.

Dilaporkan bahwa serangan Iran melibatkan enam rudal yang menghantam lokasi yang sebelumnya tidak diketahui keberadaannya di wilayah Israel utara, tengah, dan selatan. Sasaran-sasaran tersebut mencakup pangkalan udara utama, pusat pengumpulan intelijen, serta pangkalan logistik. Meski demikian, militer Israel (IDF) menolak untuk memberikan komentar lebih lanjut mengenai tingkat intersepsi rudal atau kerusakan yang terjadi di pangkalan mereka. Mereka hanya menyatakan bahwa “Semua unit terkait mempertahankan kesinambungan fungsional selama operasi.”

Taktik yang Mengacaukan Sistem Pertahanan Udara Israel

Serangan ini memperumit narasi kemenangan yang diberikan oleh kedua belah pihak. Jurnalis ternama Israel, Raviv Drucker dari Channel 13, menyatakan bahwa banyak serangan rudal Iran di pangkalan IDF, termasuk di lokasi strategis yang hingga saat ini belum dilaporkan. Corey Scher, peneliti dari Oregon State University, yang timnya fokus pada pendeteksian kerusakan bom menggunakan data radar satelit, mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyiapkan penilaian lengkap yang akan dirilis dalam dua minggu mendatang.

Menurut analisis dari The Telegraph, meskipun sebagian besar rudal Iran berhasil dicegat, proporsi rudal yang berhasil menembus pertahanan udara Israel meningkat secara signifikan. Pada hari ketujuh konflik, sekitar 16 persen dari rudal-rudal tersebut berhasil menembus sistem pertahanan. Pejabat Iran mengklaim bahwa strategi mereka yang menggabungkan rudal cepat dengan drone yang lebih lambat telah membingungkan sistem pertahanan udara Israel, sehingga memungkinkan beberapa rudal untuk menembusnya.

Dua Anggota IRGC Tewas Saat Menjinakkan Bom Israel

Selama perang 12 hari antara Iran dan Israel, dua anggota Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan tewas di wilayah barat Iran saat mencoba membongkar bahan peledak yang jatuh akibat serangan udara Israel. Bom-bom ini dijatuhkan oleh Israel selama konflik. Israel melancarkan serangan pada tanggal 13 Juni dengan alasan untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir, sebuah klaim yang selalu ditolak oleh Teheran.

Media lokal melaporkan bahwa dua anggota IRGC tewas di Khorramabad, saat membersihkan area dari bahan peledak yang tertinggal akibat agresi rezim Zionis. Serangan Israel selama konflik tersebut juga menyebabkan kematian pejabat militer senior dan ilmuwan yang terlibat dalam program nuklir Iran. Otoritas peradilan Iran menyatakan bahwa “perang” tersebut menewaskan sedikitnya 936 orang.

Gencatan senjata antara kedua negara diumumkan pada tanggal 24 Juni. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, hadir dalam upacara keagamaan di Teheran pada hari Sabtu, menurut rekaman yang dirilis oleh media pemerintah. Ini menjadi penampilan publik pertamanya sejak gencatan senjata dengan “Israel”. Iran juga mengumumkan bahwa wilayah udaranya telah sepenuhnya dibuka kembali, yang sebelumnya ditutup pada hari pertama perang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini