Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 3 April 2026
Trending
  • Efisiensi BBM dan Pengendalian Belanja Pegawai, Gubernur Bengkulu Siapkan WFA dan Pemangkasan OPD
  • Jadwal Terbaru Timnas Indonesia vs Bulgaria FIFA 2026 Live Indosiar dan SCTV Hari Ini
  • Penggemar Kecil Kecewa, Sebut Donald Trump ‘Pengkhianat’ America First
  • Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar, Analis: Bukti Kinerja Polri yang Handal
  • Mengukur Prospek Kinerja Grup Merdeka Tahun 2026
  • Apakah pajak mobil hybrid lebih tinggi daripada mobil konvensional?
  • Promo Indomaret, Alfamart & Superindo 30 Maret 2026: Minyak Telon Rp14.500, Popok Rp47.900
  • 5 desain panel dinding ruang tamu yang mewah dan kini!
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Valentino Garavani Meninggal, Kariernya yang Menginspirasi
Ragam

Valentino Garavani Meninggal, Kariernya yang Menginspirasi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover24 Januari 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Kehidupan dan Warisan Valentino Garavani

Valentino Garavani, desainer legendaris asal Italia, meninggal dunia pada usia 93 tahun di kediamannya di Roma, Italia, pada Senin (19/1/2026). Kabar duka ini diumumkan secara resmi oleh yayasan miliknya melalui pernyataan tertulis. Kepergian Valentino menandai berakhirnya era besar dunia mode abad ke-20, mengingat ia kerap dijuluki sebagai “The Last Emperor” dalam industri haute couture.

Selama lebih dari setengah abad, Valentino bukan hanya merancang busana, tetapi membangun citra kemewahan, keanggunan, dan glamour yang melekat kuat dalam identitas mode Italia. Ia dikenal sebagai perancang yang mendefinisikan gaya bangsawan modern, mulai dari keluarga kerajaan, bintang Hollywood, hingga figur-figur penting dunia.

Perjalanan Karier Valentino Garavani

Valentino Garavani lahir dengan nama lengkap Valentino Clemente Ludovico Garavani pada 11 Mei 1932 di Voghera, Italia. Sejak muda, ia sudah menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia mode. Ia menimba ilmu di École des Beaux-Arts serta Chambre Syndicale de la Couture Parisienne di Paris, sebelum magang di rumah mode besar seperti Jacques Fath dan Balenciaga.

Julukan “The Last Emperor” melekat karena Valentino dianggap sebagai perancang terakhir yang mempertahankan semangat couture klasik di tengah dunia mode yang semakin industrial dan cepat berubah. Ia memegang teguh prinsip keindahan, ketelitian, serta kesempurnaan potongan busana.

“Saya selalu mencari keindahan, keindahan sejati,” kata Valentino dalam wawancara dengan Charlie Rose pada 2009. Bagi dirinya, mode adalah perayaan estetika, bukan ajang mengikuti tren sesaat.

Mendirikan Rumah Mode Valentino dan Awal Kejayaannya

Valentino mendirikan rumah mode Valentino pada 1959. Bersama mitra sekaligus sahabat terdekatnya, Giancarlo Giammetti, ia membangun label tersebut menjadi simbol kemewahan global. Dalam waktu singkat, Valentino menjadi favorit kalangan aristokrat, sosialita, dan selebritas dunia.

Keberadaan Giammetti berperan penting dalam membentuk kerajaan bisnis Valentino. Ia mengelola sisi manajerial, sementara Valentino fokus pada kreativitas. Kombinasi ini menjadikan Valentino sebagai salah satu desainer Italia pertama yang mampu menembus dominasi rumah mode Paris.

Valentino dan Giammetti juga mencatat sejarah sebagai merek desainer pertama yang tercatat di bursa saham Milan, sekaligus membangun kerajaan lisensi yang menguatkan posisi Italia di peta mode internasional.

Busana Ikonomik untuk Para Ikona Dunia

Nama Valentino lekat dengan sederet momen bersejarah dalam dunia mode dan hiburan. Ia merancang gaun pernikahan Jacqueline Kennedy saat menikah dengan Aristotle Onassis pada 1968. Ia juga menciptakan busana Farah Diba saat melarikan diri dari Iran pada 1979.

Dari Hollywood, Valentino dikenang lewat gaun hitam-putih Julia Roberts di Oscar 2001, serta gaun sutra kuning yang dikenakan Cate Blanchett saat memenangkan Oscar 2005. Elizabeth Taylor, Anne Hathaway, hingga Nicole Kidman termasuk dalam deretan selebritas yang memercayakan momen penting mereka kepada Valentino.

“Ini sangat, sangat sederhana. Saya berusaha membuat perempuan yang pakai karya saya terlihat sensasional,” ujarnya kepada The New York Times pada 2007.

Merah Valentino dan Definisi Kemewahan

Salah satu warisan terbesar Valentino adalah warna merah khas yang kemudian dikenal sebagai “Valentino Red”. Warna ini menjadi simbol gairah, kemewahan, dan kekuatan feminin yang tak lekang oleh waktu.

Valentino juga dikenal sebagai sosok yang tampil nyaris seperti karya seni hidup, dengan kulit kecokelatan, rambut yang selalu tertata sempurna, serta gaya hidup mewah yang mencerminkan estetika yang ia bangun lewat karyanya.

Reinaldo Herrera, sahabat sekaligus suami desainer Carolina Herrera, pernah mengatakan, Valentino tidak hanya menciptakan busana, tetapi menetapkan standar kemewahan global. “Dia telah menetapkan standar kemewahan,” ujarnya.

Meski mundur dari panggung runway, Valentino tetap aktif berkarya. Ia masih merancang gaun pengantin khusus, terlibat dalam dunia opera melalui desain kostum, hingga menerbitkan buku kuliner dan gaya hidup yang mencerminkan kecintaannya pada seni dan keindahan.

Upacara Pemakaman Valentino Garavani

Menurut laporan People, Valentino Garavani wafat di kediamannya di Roma dan informasi pemakamannya telah diumumkan melalui akun Instagram resmi Valentino dan yayasannya. Jenazah Valentino akan disemayamkan di Piazza Mignanelli 23, Roma, pada 21–22 Januari, dan pemakaman akan dilangsungkan di Basilica Santa Maria degli Angeli e dei Martiri pada 23 Januari 2026.

Unggahan itu juga menarik perhatian dari tokoh mode dunia. Pierpaolo Piccioli, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Kreatif Valentino, meninggalkan komentar berupa emoji hati patah di unggahan tersebut.

Valentino terkenal sebagai desainer favorit berbagai selebritas Hollywood, termasuk Jennifer Aniston, Gwyneth Paltrow, Nicole Kidman dan Anne Hathaway, yang kerap hadir mengenakan kreasinya di berbagai acara besar.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 desain panel dinding ruang tamu yang mewah dan kini!

3 April 2026

Apakah pajak mobil hybrid lebih tinggi daripada mobil konvensional?

3 April 2026

Promo Indomaret, Alfamart & Superindo 30 Maret 2026: Minyak Telon Rp14.500, Popok Rp47.900

3 April 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Efisiensi BBM dan Pengendalian Belanja Pegawai, Gubernur Bengkulu Siapkan WFA dan Pemangkasan OPD

3 April 2026

Jadwal Terbaru Timnas Indonesia vs Bulgaria FIFA 2026 Live Indosiar dan SCTV Hari Ini

3 April 2026

Penggemar Kecil Kecewa, Sebut Donald Trump ‘Pengkhianat’ America First

3 April 2026

Arus Mudik Lebaran 2026 Lancar, Analis: Bukti Kinerja Polri yang Handal

3 April 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?