Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 27 Maret 2026
Trending
  • Samsung ajak ciptakan Ramadan bermakna melalui kampanye SABAAR
  • Coba 20 Inspirasi Desain Kamar Minimalis yang Unik
  • Arti Nama Awindya dalam Bahasa Jawa dan Film Kuncen
  • 10 ceklist keuangan pasca-Lebaran untuk stabilitas finansial cepat
  • 31 Tahanan Korupsi Gorontalo Dapat Pengurangan Hukuman Lebaran 2026
  • Timur Tengah Kacau, Prabowo Jamin MBG untuk Anak Bangsa, Bukan Dikorupsi
  • Berapa Sajakah Bubuk Protein Harian yang Diperbolehkan?
  • Pemain Liga Inggris, Minat Man United pada Bintang AZ Alkmaar Kees Smit
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Insentif Sektor Pertanian untuk Perkuat Daya Beli Petani
Ekonomi

Insentif Sektor Pertanian untuk Perkuat Daya Beli Petani

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover16 Juni 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Insentif Sektor Pertanian untuk Perkuat Daya Beli Petani
Ilustrasi(Antara)

Pemerintah akan menyalurkan insentif fiskal pada Juni hingga Juli 2025 sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Salah satu stimulus diberikan kepada sektor pertanian. Tujuannya untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat terutama para petani.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebutkan sektor pertanian menjadi tumpuan penting dalam mendorong percepatan pemulihan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas harga pangan nasional.

“Target dari Bapak Presiden adalah swasembada. Saat ini stok beras kita lebih dari 4 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun terakhir,” jelas Amran dikutip dari siaran pers yang diterima, Selasa (3/6).

Baca juga : Efektivitas Stimulus Ekonomi Bergantung pada Ketepatan Penyaluran

Ia menambahkan bahwa efektivitas anggaran menjadi perhatian utama. “Target dari Bu Menteri Keuangan, kalau beri anggaran harus ada hasil. Alhamdulillah, Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Mei naik menjadi 121, jauh lebih tinggi dibanding bulan yang sama tahun lalu yang hanya 116,” kata Amran.

Amran mengungkapkan strategi distribusi bantuan pangan akan dilakukan secara terukur dan selektif. Pemerintah, sambung dia, berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga beras bagi masyarakat, khususnya kelompok miskin dan rentan.

“Kita akan mengeluarkan bantuan sosial yaitu jumlahnya 180 ribu ton per bulan selama 2 bulan total menjadi 360 ribu ton kita akan bagi  ke masyarakat tidak mampu,” ujar Amran.

Baca juga : Stimulus Pemerintah mulai Juni 2025 Dinilai Lemah dan Salah Sasaran

Lebih lanjut Amran mengatakan untuk tetap menjaga NTP, strategi penyaluran akan difokuskan pada daerah non-produsen beras seperti Papua dan Maluku, wilayah perkotaan besar yang tidak memproduksi beras dan daerah penghasil beras dengan harga pasar yang sudah melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP), khususnya di Pulau Jawa.

“Ini strategi kita lakukan untuk menjaga harga di tingkat petani tetap baik  juga di tingkat konsumen  juga tetap baik sekali lagi alhamdulillah sekarang sektor pertanian pertumbuhan NTP nya cukup baik dan stok kita cukup aman,” paparnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, stimulus ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun dari luar APBN, dengan fokus pada penguatan sektor-sektor produktif, termasuk pertanian.

Baca juga : Stimulus Ekonomi Bisa Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II dan III

“Kami telah melakukan rapat terbatas untuk membahas mengenai kebijakan ekonomi dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi dan meningkatkan pemerataan kesejahteraan masyarakat,” jelas dia.

Ia juga menyampaikan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi global mengalami revisi ke bawah akibat eskalasi ketegangan geopolitik. 

“Tadinya pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan 3,3%, namun karena risiko global meningkat, proyeksi itu melemah menjadi 2,8%,” pungkas Sri Mulyani. (E-3)

Beli daya Insentif Perkuat Pertanian Petani Sektor untuk
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

10 ceklist keuangan pasca-Lebaran untuk stabilitas finansial cepat

27 Maret 2026

Pembekuan Kredit Bank: Tanda Ekonomi Tidak Berkembang?

27 Maret 2026

Profil Irjen Pol Andries Hermanto, Bintang Dua dari Akpol 1992

27 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Samsung ajak ciptakan Ramadan bermakna melalui kampanye SABAAR

27 Maret 2026

Coba 20 Inspirasi Desain Kamar Minimalis yang Unik

27 Maret 2026

Arti Nama Awindya dalam Bahasa Jawa dan Film Kuncen

27 Maret 2026

10 ceklist keuangan pasca-Lebaran untuk stabilitas finansial cepat

27 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?