

PEMERINTAH Indonesia terus berupaya membuka peluang bagi investor nasional maupun internasional yang berniat untuk bekerja sama di sektor energi, khususnya subsektor minyak dan gas bumi (Migas).
Demi merealisasikan hal tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Migas baru saja menerima kunjungan Delegasi GNT (Government Negotiating Team) Tanzania
Pertemuan yang digelar pada Rabu (11/12) itu merupakan pertukaran informasi dan diskusi terkait proyek-proyek strategis, khususnya sektor energi dan sumber daya mineral.
Delegasi GNT Tanzania pada kesempatan tersebut disambut oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Lana Saria. Selain itu, Plt. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama, Crisnawan dan Direktur Pembinaan Program Migas, Mirza Mahendra juga turut hadir dalam acara tersebut.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Lana Saria menyampaikan, bahwa dirinya sangat mengapresiasi kunjungan Delegasi Tanzania ke Indonesia untuk melakukan benchmarking pengelolaan proyek-proyek LNG (Liquefied Natural Gas) di Indonesia.
Ia juga berharap, bahwa pertemuan ini menjadi tonggak dimulainya kerja sama terutama di bidang migas serta membuka lebih banyak potensi kolaborasi di masa depan.
Direktur Pembinaan Program Migas Mirza Mahendra juga memberikan paparan terkait National Natural Gas Utilization Profile di Indonesia.
Mirza menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki 6 kilang LNG dengan total kapasitas LNG terpasang sebesar 48.10 MMTPA dan total kapasitas kilang LNG yang beroperasi di tahun 2024 sebesar 35,25 MMTPA.
“Sebagai negara pengekspor LNG, ekspor LNG nasional sampai dengan Semester 1 Tahun 2024 telah mencapai 301 MMBTU dengan mayoritas negara tujuan China, Korea dan Jepang. Selain itu juga terdapat beberapa mitra-mitra negara lain yang menjadi tujuan ekspor LNG Indonesia, seperti Taiwan, USA, UEA, Thailand, Singapore, Papua New Guinea, Pakistan, Mexico, Kuwait, Myanmar, Bangladesh, India dan Egypt,” papar Mirza dikutip dari Kementerian ESDM.
Berdasarkan catatan neraca perdagangan Migas, ekspor LNG nasional pada tahun 2023 mengalami peningkatan sebesar 5,7% dari 562 juta MMBTU menjadi 596 juta MMBTU.
Ketua Delegasi GNT Tanzania sekaligus Deputy Permanent Secretary Minister of Energy Tanzania James Peter Mataragio menyampaikan, sesuai arahan Presiden Tanzania misi utama kunjungan GNT Tanzania ini adalah melakukan pertemuan dengan Kementerian ESDM Republik Indonesia dan PT. Pertamina.
“Misi utama kunjungan GNT ini adalah menindaklanjuti arahan Presiden Tanzania agar GNT melakukan pertemuan dengan Kementerian ESDM Indonesia dan Pertamina. Misi pertama adalah membahas rencana investasi Pertamina, baik di sisi upstream maupun midstream di Tanzania. Misi kedua adalah untuk belajar tentang pengelolaan LNG di Indonesia,” ungkap James.
Sebagai informasi, GNT Tanzania adalah tim yang dibentuk oleh Pemerintah Tanzania untuk melakukan negosiasi penting terkait proyek-proyek strategis, terutama dalam sektor energi dan sumber daya alam.
Tim ini memainkan peran krusial dalam mewakili kepentingan negara saat berhadapan dengan perusahaan-perusahaan internasional. GNT terdiri dari perwakilan berbagai Kementerian dan Lembaga Pemerintah Tanzania.
Tanzania merupakan salah satu negara di kawasan Afrika Timur dengan luas wilayah 947.000 km² dan bergantung pada sektor pertanian.
Pada tahun 2010 ditemukan cadangan gas bumi di wilayah lepas pantai (offshore) Tanzania, disusul dengan penemuan cadangan lain.
Dengan adanya penemuan cadangan gas bumi tersebut, Pemerintah Tanzania melakukan studi tentang pemanfaatan dan pengelolaan LNG ke negara-negara lain termasuk Indonesia. (RO/Z-10)