
IndonesiaDiscover –

KEPOLISIAN India menangkap puluhan orang dan memperketat keamanan di distrik Sambhal negara bagian Uttar Pradesh, India. Perintah penangkapan terjadi setelah bentrokan mematikan pecah terkait survei masjid era Mughal.
Pemerintah setempat juga memutus jaringan internet dan menutup pelayanan publik serta sekolah setelah peristiwa yang menewaskan tiga warga sipil dan beberapa polisi terluka itu.
Dilaporkan setidaknya tiga pria Muslim, yakni Naeem, Bilal, dan Noman tewas ketika orang-orang yang menentang survei Masjid Shahi Jama di Sambhal bentrok dengan polisi. “Korban tewas meningkat menjadi empat setelah seorang pria berusia 19 tahun meninggal karena luka-lukanya,” kata laporan media lokal.
Seorang perwira polisi senior, Aunjaneya Kumar Singh, mengatakan semua sekolah dan perguruan tinggi telah ditutup dan pertemuan publik dilarang. “Pihak berwenang juga melarang orang luar, organisasi social, dan perwakilan masyarakat memasuki kota tanpa izin resmi hingga 30 November,” kata Singh.
Setidaknya 25 orang ditangkap dan pengaduan polisi diajukan terhadap sekitar 2.500 orang, termasuk anggota parlemen lokal Zia-ur-Rehman Barq dari Partai Samajwadi (SP) regional. Burq dituduh menghasut massa. Tuduhan itu dibantahnya.
“Sangat disayangkan, ini kejadian yang sudah direncanakan. Di seluruh negeri, umat Islam menjadi sasaran,” kata kepala polisi Sambhal Krishan Kumar Bishnoi.
Survei masjid
Sebelumnya, pengadilan setempat mengizinkan survei tersebut berdasarkan petisi yang diajukan oleh delapan penggugat yang dipimpin oleh pengacara pro-Hindutva Hari Shankar Jain yang mengeklaim masjid abad ke-16 itu dibangun di lokasi kuil Hindu.
Survei kedua dalam lima hari terakhir ditentang oleh masyarakat setempat karena khawatir survei tersebut merupakan upaya untuk mengambil alih masjid dan memicu ketegangan komunal.
Survei pertama yang dilakukan pada 19 November diselesaikan dengan kerja sama masyarakat setempat. Umat Islam mengatakan pengadilan terburu-buru melakukan survei dan mereka tidak diberi kesempatan untuk menyampaikan argumen mereka.
Perintah awal yang menemui kebuntuan meningkat menjadi bentrokan ketika pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah polisi. “Polisi merespons dengan menggunakan gas air mata,” kata polisi.
Polisi mengatakan setidaknya 16 petugas terluka parah selama protes tersebut.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan adegan pelemparan batu dan kendaraan dilalap api saat polisi menggunakan senjata api.
Insiden itu juga mengingatkan pada konflik mengenai Masjid Babri di kota Ayodhya, Uttar Pradesh, yang dihancurkan pada 1992 oleh massa Hindu. Mereka mengeklaim bahwa masjid abad ke-16 itu dibangun sebagai pengganti kuil Dewa Ram.
Insiden penghancuran masjid menyebabkan kerusuhan agama yang menewaskan hampir 2.000 orang di seluruh India. Sebagian besar korban dari Muslim. (Al Jazeera/Z-2)