

PRESIDEN terpilih Prabowo Subianto mengaku telah mempelajari sejumlah nama yang bakal mengisi kursi menteri. Ia mengaku diusulkan beberapa nama dari pimpinan partai politik Koalisi Indonesia Maju. Dari sejumlah nama tersebut, kata Prabowo, memiliki kapasitas mumpuni untuk mengisi posisi di kabinet pemerintahannya mendatang.
Baca juga : Besok, Prabowo Sambangi Markas Golkar
“Sebenarnya prosesnya sudah berjalan dengan lama, tentunya kita berkoalisi itu pimpinan-pimpinan partai politik mengajukan nama. Kita pelajari latar belakang dan saya harus akui banyak sekali yang sangat bagus, sangat kapabel,” kata Prabowo di Jakarta, Jumat (11/10).
Prabowo mengatakan juga memantau sejumlah menteri era Presiden Joko Widodo yang akan menjadi menteri pada pemerintahannya. Namun, ia tidak merinci siapa menteri tersebut.
“Sebagian juga kita sudah pantau lama dan saya katakan kan saya sudah jadi bagian kabinet Indonesia Maju dan saya sudah bekerja sama dengan beberapa menteri dan memang menteri-menteri yang saya lihat banyak yang memang kapabel, banyak yang profesional,” katanya.
Baca juga : Sejumlah Kandidat Menteri Mulai Dipanggil Prabowo
Sementara itu, Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan Prabowo Subianto telah mengkaji biodata dan profil para menteri. Ia mengatakan ada uji kelayakan yang dilakukan oleh tim Prabowo terhadap calon menteri yang diusulkan.
“Tentunya diminta biodata, kemudian profiling, lalu kemudian finalisasi. Nanti akan ada semacam fit and proper, walaupun sudah dilakukan oleh tim tapi akan langsung oleh Pak Prabowo untuk dilakukan sesi tatap muka untuk kemudian dalam tahap finalisasi,” kata Dasco.
Sufmi mengaku belum mengetahui secara pasti berapa jumlah kementerian nantinya. Namun, ia menerima informasi jumlahnya ada di angka 46 kementerian.
Baca juga : Respons Demokrat Soal Kabar PDIP Dapat Jatah Menteri: Ada Hitungannya
“Saya nanti baru masih mau hitung finalisasinya jumlahnya berapa. Tetapi kemudian jumlahnya ada sekitar-sekitar itu (46),” kata Dasco.
Dasco mengaku ada kementerian yang dipecah dan dibentuk kementerian baru yang bertugas menjalankan janji kampanye dan program pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Saya mendapatkan informasi bahwa kementerian yang ada itu memang ingin mengoptimalkan fungsi kementerian yang sebaik-baiknya untuk kemudian bermanfaat buat rakyat, sekaligus kemudian berfokus pada kampanye dari Pak Prabowo, yaitu asa cita dan 17 program aksi yang kemudian akan diimplementasikan kepada kementerian-kementerian, baik yang existing maupun kemudian kementerian yang dipecah menjadi kementerian baru,” katanya. (M-4)