Tahun 2025, Tahun Bersejarah bagi Crystal Palace
Manajer Crystal Palace, Oliver Glasner, percaya bahwa tahun 2025 akan menjadi tahun terbaik dalam sejarah klub. Meskipun mereka harus menerima kekalahan 1-0 di kandang melawan Tottenham pada Senin (29/12) dini hari, prestasi yang diraih selama tahun ini layak untuk dicatat.
Archie Gray mencetak satu-satunya gol dalam pertandingan tersebut, namun hal itu tidak cukup untuk menghindari tiga kekalahan beruntun di liga. Hal ini membuat Palace turun ke peringkat kesembilan di Liga Inggris. Namun, meski mengalami penurunan performa di beberapa pertandingan, Crystal Palace tetap memiliki momen penting yang memperkuat posisi mereka dalam sejarah klub.
Pencapaian terbesar mereka adalah kemenangan 1-0 atas Manchester City di final Piala FA. Kemenangan ini membawa trofi besar pertama dalam sejarah klub. Selain itu, Palace juga berhasil mengalahkan Liverpool di Community Shield pada Agustus. Dengan pencapaian ini, tim asuhan Glasner berhasil menembus kompetisi Eropa dengan tampil di Conference League untuk pertama kalinya.
Glasner memimpin klub hingga babak gugur kompetisi Eropa, yang merupakan langkah penting bagi Crystal Palace. Ia menyebut musim ini sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah klub. “Kami memainkan 37 pertandingan, mengumpulkan 59 poin, memenangkan dua trofi dengan bermain di babak gugur sepak bola Eropa. Saya pikir itu adalah musim terbaik dalam sejarah Crystal Palace,” ujarnya kepada BBC Sport.
Meski begitu, Glasner yakin bahwa klub masih perlu melakukan perubahan agar dapat bersaing secara konsisten di papan atas. Saat ini, Palace kehilangan beberapa pemain yang bisa membantu mereka tetap bertahan di zona empat besar Liga Inggris.
“Rasanya kita tidak jauh dari kemungkinan untuk terus-menerus berada di area-area ini,” kata pria berusia 51 tahun itu.
Untuk memperkuat tim, Glasner ingin melakukan perekrutan pemain di bursa transfer Januari, terutama di posisi penyerang. Sebab, timnya hanya mencetak satu gol liga dalam tiga pertandingan terakhir.
“Anda hanya perlu melihat statistiknya. Kami adalah tim yang selalu tampil buruk dalam mencetak gol meskipun menciptakan banyak peluang, tetapi tidak ada yang melakukannya dengan sengaja. Kami perlu memperbaiki ini,” tambahnya.
Selain itu, masa depan Marc Guehi juga menjadi perhatian. Meskipun ada minat dari Liverpool, Palace mempertahankan pemain internasional Inggris itu di musim panas. Namun, bek tengah tersebut memasuki enam bulan terakhir kontraknya di Selhurst Park, sehingga masa depannya masih menjadi pertanyaan besar.



