Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 7 Februari 2026
Trending
  • Spesifikasi Suzuki Jimny 5-Pintu yang Pernah Jadi Incaran, Tertarik Membelinya?
  • Harga bekas Honda Stylo 2025, cocok untuk touring
  • Harga mobil bekas Isuzu Panther 1998, Rp 50 jutaan jelang Lebaran
  • Zeekr 7X akan Dirilis di IIMS 2026 Besok
  • Siap-siap: Komponen Ini Minta Ganti Jika Ada Oli di Drat Busi
  • Lambang Flying Lady Rolls-Royce Dulu Jadi Tutup Radiator
  • Geely Perkenalkan Zeekr 009 dan 7X di IIMS 2026
  • Dealer Geely Siap Layani Penggemar Aletra
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Ekonomi»Indonesia Masih Jadi Magnet Investasi di Tengah Gejolak Global
Ekonomi

Indonesia Masih Jadi Magnet Investasi di Tengah Gejolak Global

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover29 Mei 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Indonesia Masih Jadi Magnet Investasi di Tengah Gejolak Global
Ilustrasi: tumpukan katoda tembaga dipajang di sela Peresmian Produksi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Smelter PTFI, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik,(ANTARA FOTO/Rizal Hanafi)

DI tengah ketidakpastian global dan naiknya tensi geopolitik, Indonesia justru mencuri perhatian sebagai salah satu primadona investasi asing di kawasan Asia Tenggara. Dalam laporan FDI Confidence Index 2025 yang dirilis oleh Kearney, Indonesia mempertahankan posisinya di peringkat ke-12 dalam Emerging Market Index, sejajar dengan Thailand dan Malaysia di posisi 15 besar.

Tak hanya karena kekayaan sumber daya alam seperti nikel dan tembaga, daya tarik Indonesia kian diperkuat oleh kualitas SDM dan kapabilitas teknologi yang kian diakui dunia. 

“Indonesia menawarkan peluang investasi yang sangat menarik, didorong oleh populasi muda, kelas menengah yang terus berkembang, serta lokasi yang strategis,” ujar Presiden Direktur Kearney Indonesia Shirley Santoso dikutip dari siaran pers, Rabu (14/5). 

Baca juga : Batam dan Bremen: Bersinergi untuk Meningkatkan Investasi dan Inovasi

Faktor tenaga kerja menjadi alasan utama investor menanamkan modalnya di Indonesia (32%), disusul oleh kekayaan alam (27%). Tak heran, tahun 2024 mencatat investasi senilai US$13,6 miliar, termasuk suntikan US$11 miliar dari Xinyi Group asal Tiongkok dalam proyek kaca dan energi surya.

Namun, menurut laporan itu, jalan yang ditempuh Indonesia tidak sepenuhnya mulus. Ketegangan global, tarif baru dari AS, dan tantangan regulasi tetap menjadi ganjalan. Regional Chair Kearney Asia Pasifik Shigeru Sekinada menegaskan perlunya strategi adaptif.

“Pelaku bisnis juga perlu melakukan perencanaan skenario saat menghadapi tarif dan bersiap terhadap risiko-risiko yang muncul,” ujarnya. 

Meskipun tantangan membayangi, kawasan Asia Pasifik tetap jadi ladang investasi potensial. Sekitar 82% investor yang berbasis di Asia menyatakan rencana meningkatkan investasi FDI dalam tiga tahun ke depan. Jepang dan Korea Selatan menjadi contoh negara yang berhasil memanfaatkan kekuatan inovasi untuk menarik modal asing.

Indonesia, dengan reformasi ekonomi, deregulasi, dan insentif pajak yang semakin bersahabat, menunjukkan sinyal kuat bahwa negeri ini siap menjadi pemain utama dalam lanskap investasi global yang terus bergeser. (M-3)

Gejolak Global Indonesia Investasi Jadi Magnet Masih Tengah
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Vietnam Terapkan Tarif Anti-Dumping untuk Impor Kaca Float dari Indonesia

6 Februari 2026

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Diprediksi 5,25%

6 Februari 2026

Harga emas Antam naik Rp 102.000 per gram menjadi Rp 2.946.000, Rabu (4/2/2026)

6 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Spesifikasi Suzuki Jimny 5-Pintu yang Pernah Jadi Incaran, Tertarik Membelinya?

7 Februari 2026

Harga bekas Honda Stylo 2025, cocok untuk touring

7 Februari 2026

Harga mobil bekas Isuzu Panther 1998, Rp 50 jutaan jelang Lebaran

7 Februari 2026

Zeekr 7X akan Dirilis di IIMS 2026 Besok

7 Februari 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?