
IndonesiaDiscover –

KIPER timnas Indonesia Maarten Paes mengungkapkan bahwa neneknya memiliki peranan penting dalam mengenalkan budaya Indonesia kepadanya.
Neneknya, yang lahir pada 20 Maret 1940 di Pare, Kediri, Jawa Timur, banyak mengajarinya tentang kebudayaan Indonesia sebelum Maarten resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada akhir April lalu.
“Hubungan dengan Indonesia datang melalui nenek saya. Dia adalah orang yang sangat spesial dalam hidup saya. Kakek dan nenek saya adalah orang tua baptis saya,” jelas Maarten saat membahas asal usulnya di Indonesia dalam wawancara eksklusif dengan FIFA, dikutip Antara, Selasa (8/10).
Baca juga : Maarten Paes akan Tiba di Bahrain Selasa, Kondisinya Segera Dicek
“Nenek saya selalu mengajari saya tentang budaya Indonesia. Saya tahu selama beberapa tahun saya memenuhi syarat untuk bermain di tim nasional Indonesia,” tambahnya.
Kiper berusia 26 tahun ini juga mengungkapkan kesedihannya karena neneknya tidak sempat melihatnya mengenakan seragam Merah Putih.
Saat ini, Maarten telah mencatat dua penampilan bersama tim Garuda dengan performa yang mengesankan, termasuk penyelamatan gemilang, salah satunya adalah menepis tendangan penalti melawan Arab Saudi. Ia menyebutkan bahwa kedua laga itu berjalan tanpa hambatan berarti.
Ia hanya mengidentifikasi perjalanan dari Amerika Serikat, tempatnya berkarier bersama FC Dallas, dan perbedaan waktu sebagai tantangan dalam proses adaptasinya. Namun, ia yakin bahwa semuanya akan lebih mudah dalam beberapa bulan ke depan.
“Saya rasa tantangan terbesar bagi saya adalah perjalanan dan penyesuaian dengan perbedaan waktu. Dalam dua hari, kadang-kadang Anda harus langsung bermain. Itu tantangan besar, tetapi saya sudah siap untuk itu,” tutupnya.