Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Minggu, 1 Maret 2026
Trending
  • Anak 12 Tahun di Sukabumi Meninggal dengan Luka Bakar Misterius, Diduga Disiksa Ibu Tiri
  • Wamen Stella Kritik Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak Tidak Jadi WNI
  • Klasemen Liga Saudi: Al Hilal Tertahan, Al Nassr Naik Puncak
  • Dua Gempa Guncang Pangandaran dan Tasik Pagi dan Sore
  • Investor Beralih ke Dividen, IDX High Dividend Melesat
  • OnePlus Pad 3: Tablet Mewah dengan Kinerja Hebat dan Fitur Lengkap
  • Prakiraan Cuaca Gorontalo 23 Februari 2026: Wilayah Boalemo hingga Bone Bolango Diprediksi Hujan
  • Kapan dan di mana tonton Love Phobia? Cek jadwal dan sinopsis drakor Yeonwoo dan Kim Hyun Jin
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Nasional»Politik»Soal Aksi Indonesia Gelap, Istana Kebebasan Berekspresi Dijamin Konstitusi
Politik

Soal Aksi Indonesia Gelap, Istana Kebebasan Berekspresi Dijamin Konstitusi

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover19 Maret 2025Tidak ada komentar2 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Soal Aksi Indonesia Gelap, Istana: Kebebasan Berekspresi Dijamin Konstitusi
Demonstrasi mahasiswa di deoan kantor DPRD Salatiga(ANTARA)

AKSI bertajuk Indonesia Gelap kembali digelar di sejumlah kota di Tanah Air. Demonstrasi yang diikuti mahasiswa seluruh Indonesia ini salah satunya digelar di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Aksi ini mengajukan sembilan tuntutan, yakni kaji ulang Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025.,Tranparansi status pembangunan dan pajak rakyat, Evaluasi besar-besaran Makan Bergizi Gratis. Lalu, tolak revisi UU Minerba yang bermasalah, tolak dwifungsi TNI, sahkan RUU Perampasan Aset, tingkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan secara nasional. Kemudian, tolak impunitas dan tuntaskan HAM berat, juga tolak cawe-cawe Jokowi dalam Pemerintahan Prabowo

Merespons itu, Juru Bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO) Ujang Komarudin menyebut di dalam negara dengan sistem demokrasi, demonstrasi merupakan suatu keniscayaan.

“Kalau kita sudah bersepakat berdemokrasi maka segala bentuk kebebasan berekspresi itu dijamin oleh konstitusi,” ungkap Ujang kepada Media Indonesia, Kamis (20/2).

Baca juga : 9 Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi Demo Indonesia Gelap

“Pemerintahan Prabowo-Gibran betul-betul menjaga dan melaksanakan kebijakan demokrasi yang inklusif dan terbuka,” imbuhnya. 

Ujang juga menyebut Prabowo membuka seluas-luasnya untuk mahasiswa bisa melakukan kritik, dan melakukan demonstrasi kepada pemerintah. Tetapi, lanjut Ujang, pemerintah punya kebijakan-kebijakan yang sangat ril, sangat nyata untuk kepentingan publik. 

Ujang menuturkan, pemerintah saat ini memiliki tingkat kepuasan sangat tinggi dari masyarakat hingga 80,9%. Lalu tingkat keyakinan publik terhadap Prabowo mencapai 89%. Hal itu, kata Ujang, karena banyak hal-hal yang sudah dilakukan prabowo dalam 3-4 bulan terakhir. Ia mencontohkan adanya makan bergizi gratis yang diapresiasi oleh rakyat Indonesia hingga dipuji oleh pakar luar negeri. 

Baca juga : Mahasiswa Se-Solo Raya Tuntut Jokowi Bertanggung Jawab atas Rusaknya Demokrasi

“Cek kesehatan gratis, bagaimana program ini dijalankan. Bagi yang berulang tahun silakan cek kesehatan gratis. Itu kado dari negara dan presiden,” tuturnya.

“Ini juga program pro rakyat yang sengaja diberikan oleh bapak Prabowo yang peduli kepada kesehatan rakyat Indonesia. Lalu juga pemutihan kredit UMKM.”

Intinya, Ujang menegaskan pemerintah menerima kritik dengan terbuka. Ujang berpendapat kritik sebaiknya berbasis pada data, objektif dan konstruktif. Jangan sampai, ucap Ujang, kritik-kritik berbasiskan hal-hal yang subjektif dan program pemerintah yang baik lalu diframing tidak bagus. 

“Jadi kita membangun negara ini dengan benar, objektif, sehingga betul-betul dinikmati oleh masyarakat,” tukasnya.

“Kami yakin pemerintah saat ini berkomitmen untuk menjaga demokrasi dan menyejahterakan rakyat Indonesia”.(M-2)

Aksi Berekspresi Dijamin Gelap Indonesia Istana Kebebasan Konstitusi Soal
Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Wamen Stella Kritik Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak Tidak Jadi WNI

1 Maret 2026

Sufisme Hijau dan Protes Flores Menentang Geotermal

1 Maret 2026

Poin Gugatan MK Terkait Penggunaan Dana Pendidikan

28 Februari 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Anak 12 Tahun di Sukabumi Meninggal dengan Luka Bakar Misterius, Diduga Disiksa Ibu Tiri

1 Maret 2026

Wamen Stella Kritik Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak Tidak Jadi WNI

1 Maret 2026

Klasemen Liga Saudi: Al Hilal Tertahan, Al Nassr Naik Puncak

1 Maret 2026

Dua Gempa Guncang Pangandaran dan Tasik Pagi dan Sore

1 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?