Otomotif Potensi Terbakar, BYD Recall Dolphin dan Atto 3

Potensi Terbakar, BYD Recall Dolphin dan Atto 3

79
0
Potensi Terbakar, BYD Recall Dolphin dan Atto 3

IndonesiaDiscover –

BYD mengumumkan penarikan hampir 100 ribu unit ditarik untuk perbaikan karena kesalahan produksi. Menurut laporan dari State Administration for Market Regulation (SAMR) di Tiongkok, model yang terpengaruh adalah Dolphin dan Yuan Plus (dikenal sebagai Atto 3 di pasar internasional), mulai dari 30 September 2024.

Kedua model memiliki komponen yang berisiko tinggi menyebabkan kebakaran. BYD akan melakukan penarikan melalui dua entitas operasional di Tiongkok. Pertama, BYD Auto Industry Co., Ltd akan menarik 87.762 unit Dolphin dan Yuan Plus yang diproduksi antara 4 Februari dan 26 Desember 2023. Kedua, BYD Auto Co., Ltd akan menarik 8.952 unit Yuan Plus produksi antara 2 November 2022 dan 19 Juni 2023. Data rencana recall telah diajukan ke Defective Product Recall Center SAMR.

Komponen bermasalah adalah pengendali electric power steering column assembly (CEPS) atau pengendali unit kolom kemudi listrik. Ketika penutup peralatan tertutup, dikhawatirkan dapat mengganggu kapasitor pada papan sirkuit pengendali, menyebabkan retakan kecil yang bisa membesar seiring waktu dan penggunaan, berisiko korsleting, panas berlebih, dan potensi kebakaran, yang merupakan risiko keselamatan serius bagi pengguna.

Sebagai solusi, BYD akan memasang bantalan insulasi pada pengendali untuk mengeliminasi risiko tersebut. Pemasangan ini gratis untuk pemilik kendaraan yang terpengaruh. Konsumen akan diinformasikan melalui surat terdaftar, aplikasi WeChat, dan panggilan telepon. BYD juga menyediakan hotline khusus untuk menangani masalah ini dan memberikan informasi tentang penarikan produk kepada konsumen.

Baca Juga: Skema Cicilan Mobil Listrik BYD Atto 3 yang Bisa Tempuh Jarak 480 Km

BYD Atto 3

BYD memang jarang melakukan recall. Tetapi insiden terbaru ini merupakan yang terbesar dalam sejarah perusahaan. Kedua model terlibat adalah model terlaris yang telah diekspor ke berbagai pasar internasional. Termasuk pasar Indonesia yang sangat diterima dengan baik.

Langkah recall ini adalah upaya BYD untuk menjamin keselamatan pelanggan dan mempertahankan reputasi mereka sebagai salah satu produsen mobil listrik terkemuka di dunia. Kendaraan dengan tenaga energi baru atau elektrifikasi memang sedang mengalami pertumbuhan yang cepat.

Keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama. Kebakaran adalah insiden yang sangat ditakuti karena masih terbatasnya kemampuan untuk mengantisipasinya. Insiden terbaru melibatkan sebuah merek Eropa yang mengalami kebakaran besar di parkiran bawah tanah di Korea Selatan. Efeknya besar, karena berdampak kepada kebijakan banyak pengusaha properti yang melarang parkir mobil bertenaga baterai di rubanah. (HFD/ODI)

Baca Juga: BYD Seal Jadi Kendaraan Resmi Indonesia International Sustainability Forum 2024

Tinggalkan Balasan