Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Sabtu, 16 Mei 2026
Trending
  • Mengapa Telinga Kucing Scottish Fold Melipat?
  • FKIP Unkhair Edukasi Guru Ternate tentang Program Magister
  • 15 Film Bioskop Mei 2026, Ide Hiburan Akhir Pekan
  • Renungan Selasa 12 Mei 2026: Yesus Pergi dengan Sukacita
  • Kiai AJ di Jepara Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Ini Pengakuan Korban
  • 7 Persiapan Menonton Piala Dunia Bersama Keluarga
  • Wawancara Khusus: Orkestrasi KUH untuk Haji 2026, Layanan Terpadu Jemaah Aman dan Nyaman
  • 5 Komentar Analis: Jika Perundingan Iran Gagal – Profil PM Hungaria Peter Magyar
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Ragam»Otomotif»Tesla kehilangan gelar mobil listrik global, penjualan 2025 tertinggal dari harapan
Otomotif

Tesla kehilangan gelar mobil listrik global, penjualan 2025 tertinggal dari harapan

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover10 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penurunan Kinerja Tesla di Pasar Mobil Listrik Global

Pada Jumat malam waktu Beijing, Tesla—produsen mobil listrik dengan valuasi tertinggi di dunia—merilis data kinerja operasional kuartal IV dan sepanjang 2025. Hasilnya menunjukkan penurunan yang signifikan, sehingga Tesla resmi kehilangan status sebagai produsen mobil listrik terlaris di dunia dengan selisih yang cukup besar.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Tesla, perusahaan mengirimkan 418.227 unit kendaraan pada kuartal terakhir 2025, sementara produksi mencapai 434.358 unit. Secara tahunan, Tesla mencatat pengiriman sebesar 1.636.129 unit dan produksi sebanyak 1.654.667 unit. Angka ini tidak hanya lebih rendah dari ekspektasi analis, tetapi juga di bawah perkiraan konsensus pasar yang sebelumnya disampaikan Tesla sendiri.

Dibandingkan kinerja tahun sebelumnya, penurunan terlihat jelas. Pada kuartal IV 2024, Tesla membukukan pengiriman sebesar 495.570 unit, sementara total pengiriman sepanjang 2024 mencapai 1.789.226 unit. Artinya, pengiriman kuartalan Tesla turun 15,6 persen secara tahunan, dan penjualan setahun penuh turun 8,6 persen.

Di sisi lain, BYD, produsen kendaraan listrik terbesar asal Tiongkok, mengumumkan penjualan sebesar 2,2567 juta unit kendaraan listrik pada 2025. Capaian ini melonjak 27,86 persen dibandingkan 2024. Dengan pencapaian tersebut, Tesla kehilangan posisi puncak secara signifikan.

Tekanan Terhadap Tesla

Tekanan terhadap Tesla sudah terasa sepanjang 2025. Salah satu faktor utama adalah tindakan pemerintah AS yang mencabut insentif pajak kendaraan listrik hingga USD 7.500. Selain itu, pelonggaran regulasi lingkungan juga memberikan dampak negatif terhadap bisnis perusahaan.

Di sisi lain, citra merek Tesla ikut terdampak oleh keterlibatan politik CEO Elon Musk di AS dan Eropa, serta minimnya pembaruan besar pada model-model andalan. Meski masih menguasai sekitar 45 persen pasar mobil listrik AS, Tesla mulai tertinggal di pasar global. Di Eropa, Volkswagen bahkan telah melampaui Tesla dalam penjualan mobil listrik.

Bisnis Penyimpanan Energi sebagai Titik Cerah

Satu-satunya titik cerah datang dari bisnis penyimpanan energi. Tesla mencatat deployment sebesar 14,2 GWh produk energi pada kuartal IV, melampaui rekor sebelumnya. Sepanjang 2025, total kapasitas yang dipasang mencapai 46,7 GWh, naik signifikan dari 31,4 GWh pada 2024.

Analis memperkirakan pasar mobil listrik AS masih akan lesu pada 2026, dengan potensi pemulihan baru terlihat pada 2027, seiring hadirnya mobil listrik di bawah USD 30.000.

Perkembangan Wall Street

Wall Street sendiri kini menurunkan ekspektasi penjualan Tesla 2026 menjadi sekitar 1,8 juta unit, jauh dari proyeksi optimistis 3 juta unit per tahun yang pernah digaungkan dua tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa prospek bisnis Tesla menghadapi tantangan yang cukup berat dalam beberapa tahun ke depan.

Perbandingan dengan Kompetitor

Perusahaan seperti BYD dan Volkswagen terus meningkatkan pangsa pasarnya, baik di pasar domestik maupun internasional. Persaingan semakin ketat, terutama di pasar Asia dan Eropa, yang merupakan pasar strategis bagi para produsen mobil listrik.

Tantangan dan Peluang Masa Depan

Meskipun menghadapi tantangan, Tesla masih memiliki peluang untuk bangkit kembali. Investasi dalam inovasi teknologi, ekspansi pasar, dan pengembangan model baru dapat menjadi kunci keberhasilan perusahaan di masa depan. Namun, saat ini, perusahaan harus lebih waspada terhadap dinamika pasar dan perubahan regulasi yang bisa memengaruhi kinerjanya.


Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

5 kesalahan umum saat membeli helm, desain tidak menjamin keamanan

16 Mei 2026

56 Program Prioritas Pemerintah 2027, Proyek Kendaraan Nasional Masuk Daftar

16 Mei 2026

5 alasan ban tipis bikin mobil kota hemat bahan bakar!

16 Mei 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Mengapa Telinga Kucing Scottish Fold Melipat?

16 Mei 2026

FKIP Unkhair Edukasi Guru Ternate tentang Program Magister

16 Mei 2026

15 Film Bioskop Mei 2026, Ide Hiburan Akhir Pekan

16 Mei 2026

Renungan Selasa 12 Mei 2026: Yesus Pergi dengan Sukacita

16 Mei 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?