Ringkasan Berita
- Terjadi 12 kecelakaan laut selama Libur Natal dan Tahun Baru di Pangandaran
- Kecelakaan banyak terjadi di Pantai Barat Pangandaran
- Sebanyak dua orang meninggal dalam kecelakaan tersebut
Laporan Kontributor Indonesiadiscover.com
Pangandaran, Padna
Indonesiadiscover.com, PANGANDARAN –
Balawista Pangandaran, Jawa Barat, mencatat angka kecelakaan laut yang menimpa wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru mencapai 12 kasus.
Koordinator Lapangan Balawista Pangandaran, Liyanto mengatakan, angka laka laut sementara ini kerap terjadi di Pantai Barat Pangandaran.
“Karena, wisatawan didominasi datang ke Pantai Barat Pangandaran. Angka kecelakaan laut yang terjadi, itu berjumlah 12 kasus,” ujar Liyanto kepada Tribun di ruangan Balawista di Pantai Barat Pangandaran, Minggu (4/1/2026) pagi.
Menurutnya, 12 kasus itu termasuk dua orang yang meninggal dunia yakni satu orang asal Tasikmalaya dan satu asal Bandung.
“Ada juga yang mengalami laka pantai, wisatawan yang sedang beraktivitas tertabrak mini motor cros rental,” katanya.
Kemudian laka laut menimpa anak-anak yang terlalu aktif bermain air atau berenang di Pantai Barat Pangandaran.
“Sehingga, membentur perahu wisata yang mengakibatkan lecet di dahi. Namun alhamdulilah, semuanya bisa ditangani dengan selamat,” ucap Liyanto.
Sementara mereka yang mengalami laka laut ataupun laka pantai, rata-rata adalah orang Tasikmalaya dan orang Bandung.
“Itu bisa dikatakan hampir sama, tidak ada mayoritas, ada yang dari Tasik dan ada dari Bandung,” ujarnya.
Setelah momen libur Natal dan Tahun Baru, pihaknya melaksanakan penjagaan ekstra di pantai itu sampai tanggal 4 Januari 2026.
“Kan ada waktu sepekan kedepan sampai tanggal 11 Januari untuk liburan sekolah. Jadi, kita harus ekstra mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Karena berkaca dari pengalaman, yang paling ditakuti adalah setelah libur Natal dan Tahun Baru ini ada hal tidak diinginkan.
“Di hari – hari biasa, kita sering kecolongan terjadi laka laut. Makanya, kita antisipasi hal itu untuk tetap fokus berjaga bagi wisatawan yang melakukan aktivitas berenang,” ucap Liyanto.



