Close Menu
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Facebook X (Twitter) Instagram
Jumat, 20 Maret 2026
Trending
  • Menjelang Laga Borneo FC vs Persib, Fabio Minta Khusus
  • 10 destinasi liburan keluarga terbaik saat Lebaran: Seru, edukatif, dan mengesankan!
  • Masuk Final, Putri KW Buktikan Kekuatan di Swiss Open 2026
  • Strategi Dana Darurat 2026: Investasi Likuid dengan Bunga Tinggi
  • Bank Besar Kompak Buyback Saham Saat Harga Turun
  • Unduh PP 9/2026, Juknis THR 2026, Potongan Pajak & Cara Hitung THR
  • Lihat Perbandingan Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy S26 Ultra vs Xiaomi 17 Ultra
  • Mengapa Harga Emas Turun Saat Konflik Iran Memanas? Ini Penjelasannya
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads RSS
Indonesia Discover
Login
  • Nasional
    • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
    • Hiburan
    • Otomotif
    • Pariwisata
    • Teknologi
  • Olahraga
  • Login
Indonesia Discover
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Ragam
  • Olahraga
  • Login
Home»Olahraga»10 Menit Olahraga, Bantu Lawan Kanker
Olahraga

10 Menit Olahraga, Bantu Lawan Kanker

admin_indonesiadiscoverBy admin_indonesiadiscover27 Januari 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
Share
Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link

Penelitian Baru Mengungkap Manfaat Olahraga dalam Mencegah Kanker

Tubuh manusia ternyata merespons olahraga jauh lebih cepat daripada yang selama ini dibayangkan. Sebuah studi terbaru dari Universitas Newcastle menunjukkan bahwa hanya dengan sekitar 10 menit aktivitas fisik intens, tubuh sudah mengirimkan sinyal biologis yang kuat, bahkan hingga ke tingkat genetik. Temuan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana olahraga bisa menjadi pelindung alami terhadap kanker.

Dalam penelitian ini, para peneliti menemukan bahwa olahraga singkat mampu meningkatkan konsentrasi berbagai molekul kecil dalam aliran darah. Molekul-molekul ini berkaitan dengan penurunan peradangan, perbaikan fungsi pembuluh darah, serta metabolisme yang lebih sehat. Menariknya, efek ini tidak berhenti pada jaringan sehat saja. Ketika darah yang “terkondisi olahraga” tersebut diaplikasikan pada sel kanker usus di laboratorium, aktivitas lebih dari 1.300 gen berubah. Gen-gen yang terlibat dalam pertumbuhan sel kanker, produksi energi, hingga perbaikan kerusakan DNA ikut terpengaruh.

Dari Laboratorium ke Sel Kanker

Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer ini memberikan penjelasan biologis yang lebih konkret tentang manfaat olahraga. Tidak cuma baik untuk kesehatan, tetapi juga mengubah lingkungan internal tubuh menjadi kurang ramah bagi sel kanker. Para peneliti menemukan bahwa olahraga meningkatkan aktivitas gen yang mendukung fungsi mitokondria—bagian sel yang berperan sebagai “pembangkit energi”. Sel menjadi lebih efisien menggunakan oksigen. Di saat yang sama, gen-gen yang mendorong pertumbuhan sel secara cepat justru ditekan, sehingga potensi agresivitas sel kanker ikut menurun.

Tak hanya itu, darah setelah olahraga juga memicu perbaikan DNA dengan mengaktifkan gen kunci bernama PNKP, yang berperan dalam memperbaiki DNA yang rusak. Salah satu protein yang meningkat setelah olahraga adalah interleukin-6 (IL-6), yang diketahui membantu proses perbaikan sel. Semua ini terjadi hanya dari satu sesi olahraga singkat.

Setiap Gerak Berarti

Penelitian ini melibatkan 30 relawan berusia 50–78 tahun, laki-laki dan perempuan, yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas—faktor risiko kanker—tetapi secara umum sehat. Mereka menjalani tes bersepeda intens selama sekitar 10 menit. Setelah itu, darah mereka dianalisis, dan sebanyak 13 protein penting meningkat pascaolahraga.

Menurut Dr. Sam Orange, peneliti utama studi ini, hasil tersebut menunjukkan bahwa olahraga bukan hanya menyehatkan jaringan normal, tetapi juga dapat menciptakan kondisi yang “tidak bersahabat” bagi pertumbuhan sel kanker. Bahkan, satu sesi latihan saja sudah cukup untuk mengirimkan sinyal kuat ke seluruh tubuh.

Aktivitas fisik diperkirakan dapat menurunkan risiko kanker usus sekitar 20 persen. Kabar baiknya, aktivitas fisik tidak harus selalu berupa latihan berat di gym. Berjalan kaki, bersepeda, berkebun, hingga membersihkan rumah juga termasuk, lho!

Studi Lanjutan dan Implikasi Kesehatan

Ke depan, para peneliti berencana meneliti apakah olahraga yang dilakukan berulang kali dapat memberikan efek jangka panjang dan bagaimana dampaknya jika dikombinasikan dengan terapi kanker seperti kemoterapi atau radioterapi. Namun, yang pasti setiap menit kamu bergerak bermanfaat, dan 10 menit olahraga pun bisa menciptakan perbedaan nyata bagi kesehatan.

Share. Facebook Twitter Email Telegram WhatsApp Threads Copy Link
admin_indonesiadiscover
  • Website

Berita Terkait

Menjelang Laga Borneo FC vs Persib, Fabio Minta Khusus

20 Maret 2026

Masuk Final, Putri KW Buktikan Kekuatan di Swiss Open 2026

20 Maret 2026

Profil Harry Kane, Mesin Gol Inggris yang Mengusung Misi Akhiri Kutukan 60 Tahun di Piala Dunia 2026

20 Maret 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Terbaru

Menjelang Laga Borneo FC vs Persib, Fabio Minta Khusus

20 Maret 2026

10 destinasi liburan keluarga terbaik saat Lebaran: Seru, edukatif, dan mengesankan!

20 Maret 2026

Masuk Final, Putri KW Buktikan Kekuatan di Swiss Open 2026

20 Maret 2026

Strategi Dana Darurat 2026: Investasi Likuid dengan Bunga Tinggi

20 Maret 2026
© 2026 IndonesiaDiscover. Designed by Indonesiadiscover.com.
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • PT. Indonesia Discover Multimedia
  • Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Sign In or Register

Welcome Back!

Login to your account below.

Lost password?